Selasa, 04 Februari 2014

YUANITA BOEDIMAN


YUANITA BOEDIMAN

Nama lengkapku YUANITA BOEDIMAN, begitulah awal perbincanganku dengan Penyanyi cantik yang sudah menetap di Palembang dari usia 4 tahun, kelahiran Jakarta, 3 Juni 1960. Dia menambahkan bahwa di Akte Kelahiranku tertulis huruf ejaan lama JUANITA, tapi bacanya Yuanita kan jaman tempo dulu dan nama BOEDIMAN adalah nama papaku ujarnya membuka perbincangan kami.

Memang banyak menyangka Nita aseli Palembang, sesungguhnya Nita adalah campuran Jateng & Jabar dan menetap di Jln.Ciniru- Kebayoran Baru, Jakarta dan menetap diKota Empek2 ini dari sejak tahun.1964 dimana papa saat itu dipindah tugas diPalembang dan sempat 15 tahun menjadi pegawai Bank Indonesia (BI). Papa akhirnya memilih keluar dan banting stir menjadi pengusaha dibidang kayu export-import, pada akhirnya papa meninggal thn.2010 dan dimakamkan diPalembang.

Panggil saja nama NITA itu adalah panggilan sehari-hari dari penggalan nama akhirku, ada juga panggilan CISSY adalah nama keSayangan para temen-temen dekatku waktu sekolah dulu dan hingga sekarang mereka memanggil Cissy, suami ku tercinta ‘Ie Chan’ juga memanggil nama Cissy seraya mempromosikan.. heheheh...

Baiklah mbq Cissy eeeh mbq Nita, saat mengawali keMunculannya di Blantika Musik siapa gerangan yang berjasa, langsung dia sebutkan nama 'Adriyadie Widuri’ yang mengajak di Album ‘Harapan Indah/cipt.Adriyadie pada akhir Juni 1981. Sebelum jumpa mas Adri (Adriyadie), seorang pencipta lagu bernama ‘Ie Chan’ minta ke Nita bawain lagu-lagunya selanjutnya dibawa ke studio. Disinilah mas ‘Adri’ bertemu dengan Nita dan bertanya ‘suara siapa ini?’ saat mendengar contoh suara Nita ditape recorder dan langsung sorongkan lagu ciptaannya ‘Harapan Indah’ menandai gebrakan Nita di Label ‘Irama Tara.
Tercatat sebelumnya Yuanita Boediman sudah muncul bernyanyi diTVRI pada akhir Tahun.1979 dalam acara ‘Musik Lepas Senja’, secara diam-diam Nita mendaftarkan diri untuk ikut test masuk Tivi dan senangnya bukan main karena langsung dinyatakan lulus dan masih di ingat Ketua Jurinya ‘Christ Pattikawa, ungkapnya. Nita tambahkan bahwa ‘untuk menembus TV RI tidak semudah membalikan telapak tangan, karena ada tahapan2 persyaratan yang dilalui dan alhamdulillahnya keinganan masa kecilku sampai Remaja untuk ikut Festival Tingkat Nasional selalu mendapat benturan dari sang papa ‘Boediman Sabardi (berasal dari Jawa Tengah dan Ibu ‘Tati Sudiati (berasal dari Jawa Barat)’akhirnya terbayar walau sudah cukup lama menunggu setelah hijrah ke Jakarta saat sudah duduk di bangku SMA (SMTK- Jakarta/jurusan. Tata Graha).

Album Demi Album Nita berhasil di Blantika Musik Indonesia, setelah mencatatkan Nama Yuanita Boediman diAlbum perdananya dan disusul album keDUA, keTIGA dan seterusnya sebagai berikut: Sepi sendiri/Cipt.Adriyadie (vol.2), Sumpah dan Janji/cipt.Adriyadie (vol.3), Bulan dan Dia/cipt.Ryan Kyoto (vol.4), Album Lagu-lagu Daerah (vol.5), Jenuh/cipt.Pance (vol.6), Jengkel/cipt.Ithinx (vol.7), Album Black Brother’s (vol.8), Bilakah Cinta Datang Menyatu (Musik M Sani/vol.9), Naluri Hati Wanita/cipt.Pompi (vol,10) dan beberapa album kompilasi Lagu-lagu Keroncong Gesang & The Best Irama Tara dinyanyikan para Artis-artis Irama Tara.

Ternyata bakat seni ditubuh anak keDua dari Lima Bersaudara ini deras mengucur dari kedua orang tuanya yang pernah terlibat menyanyi diradio RRI Palembang ‘Papa itu menguasai Gitar dan semasih kecil Nita sering diIringi petikan Gitarnya, suara papa seperti Broery Pesolima, sementara mama lembut dan merdu juga sering dilibatkan papa bernyanyi dikelompok band BI Palembang’ ungkapnya. Kami hanya berDua dengan Panca Prakoso si Bontot terlibat di dunia seni, hanya saja Nita dijalur seni suara sementara Panca banyak mengisi tayangan Sinetron dan FTV di Telivisi mas Jose.

Nama Yuanita adalah salah satu penyanyi wanita yang juga padat Show dan memilih sekitar Jakarta, Palembang dan beberapa kota di Pulau Jawa, demikian juga kehadirannya di Televisi Nita sudah wara-wiri diberbagai Acara dari mulai ‘Musik Malam Minggu, Aneka Ria Safari, Album Minggu ini, Sejenak Bersama Yuanita Boediman, Album Untuk Anak, Acara Lagu2 Keroncong dan Lagu Untuk Anda’, dll.
KeHaruman dan kePopuleran namanya sempat diLirik Produser Film Layar Lebar untuk bermain di Film ‘Bukan Impian Semusim/sutrd.Ami Prijono -1981 diAdopsi dari ceritera Novel yang diTulis Marga T, lagi-lagi sang Papa ‘Boediman’ sangat menentang anaknya menggeluti seni peran dan akhirnya muncul diberita harian surat kabar diesok harinya ‘Penyanyi YB (inisial Yuanita Boediman) dilarang Orang Tuanya bermain Film’. Bayangkan asisten pak Ami Prijono sendiri datang 2X untuk merayu papa dan berceritera pak Ami Prijono sangat ingin sekali Nita sebagai pemeran utamanya setelah menontonnya di televisi ‘ini orang yang saya cari-cari.. coba cari alamatnya di TVRI’ ungkapnya, sayangnya peran menarik sebagai ‘Nina yang bercita-cita jadi Biarawati’ digantikan Penyanyi Geronimo ‘Djatu Parmawati’ mendampingi Deddy Mizwar sebagai pemeran utama prianya.

Kehidupan sekarang dari Yuanita Boediman sangat-sangat bahagia terpancar dari sinar matanya menggambarkan degan kisahnya bersama Keluarga sejahteranya bersama suami ‘Ie Chan alias Rizal Arifin’dan keEmpat Buah hatinya ‘Rico Riza Putra, Anne Vitriandini, Danise Pritania, Aisyah Faranita. Di akhir jumpa ini, saya menanyakan apakah seorang Yuanita Boediman akan kembali unjuk gigi dibidang tarik suara bila ada seorang produser atau Event Organizer yang mengajak untuk Rekaman Album atau untuk show baik di On Air ataupun Of Air, Nita menjawab sambil tersenyum ‘heheheheheheheh... kalau nyanyi itu sebenarnya udah jiwa ya... Cuma untuk tampil lagi mungkin harus memulai dari awal lagi karena sudah lama nggak manggung’ begitu ungkapnya akhiri pertemuan ini..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar