Senin, 16 Juli 2012

BOY SANDI


BOY SANDI...

Salah satu penyanyi pria saat kehadirannya di jagad musik Indonesia membuat para pemujanya dari kalangan Hawa dibuat histeris, sosoknya yang tampan dan wajah inoncent plus cool dan tampil apa adanya sebagai remaja masa kini. Sosoknya hingga saat ini selalu ditunggu para penggemarnya kemanakah gerangan dari si penyanyi Sahabat Pena ini?, jawabannya Boy Sandi masih berkutat dijalur musik yang tak mampu ditinggalkannya sekalipun sudah duduk dibelakang meja karena kehidupan seninya digariskan Tuhan padanya untuk tidak berpindah kelain hati tetap disebut musisi.

Pria kelahiran Jakarta 27 Juli dari orang tua ‘Edy Kosasih & Intan’, semula tak menduga akan menjadi seorang penyanyi populer dan hanya mengingat2 bahwa saat masih duduk di Sekolah Dasar Merdeka-Jatinegara pernah bernyanyi didepan teman2 dan guru2nya diacara sekolah mendendangkan lagu ‘Ibu Pertiwi’ selebihnya hanya menjadi penyanyi kamar mandi. Dikenangkannya saat pertemuannya dengan Cherry LZ, Boy sedang kongkow dirumah temannya daerah Jatinegara sesama genk motor sambil memetik gitar dan bernyanyi, kebetulannya lagi sang pencipta lagu Cherry LZ melintas dan merasa terusik alunan suara Boy Sandi sehingga dihampiri dan diajak ngobrol serius dan kesempatan emas ini hanya satu kali ada dan jangan ditolak kata temen2nya mempropokasi agar menerima.

Yang dia ingat bahwa saat itu usianya baru saja menginjak 22tahun (thn.1983), dan esok harinya langsung bertemu produser ‘Nursandie- Alto Record-Bungur/Jakpust. Boy Sandi menambahkan bahwa perkenalannya dengan Cherry LZ adalah kakak kelas dan masih satu sekolah tapi lain ruangan saat masih duduk dibangku Sekolah Dasar hanya sdh lama tak jumpa dan perjumpaannya itulah yang membuatnya seperti sekarang ini, selanjutnya proses pembuatan album ini tidak ribet dan memakan waktu lama maka album perdana ‘Sahabat Pena/cipt.Cherry LZ ’ adalah pembuka langkahnya mengawali kehadirannya mengisi khasanah musik pop Indonesia.

Sukses album perdananya Boy Sandi sudah muncul kembali memberi nyawa di musik Indonesia dengan kembali mempersembahkan suguhan yang pasti lebih sesuatu dan ‘Salam Jumpa Kekasih/cipt.Dadang S Manaf’ kembali menorehkan nama indah sebagai penyanyi yang langsung naik peringkat bersanding dengan para seniornya, Boy Sandipun terlibat difilm Nasional ‘Gadis Di Atas Roda/sutrd.BZ Kadaryono-1984’ tak perlu lama2 untuk hadir dengan persembahan album keTiganya ‘Jangan Cabut Benih Cintaku/cipt.Dadang S Manaf, benar2 nama Boy Sandi selalu digaungkan para penggemar hawa yang selalu mengerubutinya untuk sekedar minta tanda tangan maupun berjabat tangan. Album demi album dihadirkannya, seperti ‘Cinta Seputih Salju/cipt.RirinS & Revelz.G(vol.4), Gadis Lesung Pipit/cipt.Ririn S (vol.5), Black Sweet/cipt.Dadang S Manaf, terakhir masih menyelasaikan album solo ‘Kamu (feat.Bella Saphira)’ ditahun 1990.

Kini Boy Sandi sangat bahagia dengan istrinya ‘Yanti’ yang dinikahinya pada tahun 1986 dengan dikaruniai sepasang Buah Hati ‘Putri & Deny’, tercatat sebagai musisi di dua perusahaan recording ‘Ideal & Paragon’ menangani sejumlah penyanyi anak2 ‘Trio Kwek-kwek,Cindy Cenora,Saskia & Geofani, Kak Ria Enes & Susan dan pernah menciptakan lagu untuk dinyanyikan grup Rock wanita ‘Solitaire/pimp.Titiek Bartje Van Houten- ‘Idolaku’.

Boy Sandi banyak berharap semoga musik Indonesia kembali lagi stabil dan masa kejayaan dirinya maupun para sahabat2nya kembali eksis atau paling tidak diberi ruang untuk mereka tampil apalagi sarana Telivisi sekarang dan media sepertinya alergi memberi kesempatan pada generasi penyanyi era 60 -70 & 80an, dia juga mengeluhkan bahwa dengan semakin maraknya pembajakan di indonesia membuatnya enggan untuk berkarya, menurutnya belum dilempar di pasaran albumnya sdh beredar di You Tube. Dia menghimbau agar masyarakat sudihlah untuk menolak segala macam yang namanya jenis pembajakan untuk kebaikan bersama untuk perbaikan para musisi yang menanti kebijakan pemerintah dan jajaran kepolisian untuk segera hentikan dan menghapus namanya pembajakan dibumi Nusantara ini, Amin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar