Minggu, 15 Februari 2015

IRA MAYA SOPHA









IRA MAYA SOPHA.....

Terlahir dari orang Tua yang bernama Maemunah Muchlis dan Alm.Syafruddin Kartawinata, semasa masih dalam kandungan sang Bunda sangat mengIdolakan Artis & Penyanyi cantik 'MAYA SOPHA'. Sebagai penggemar yang menyukai kecantikan dan harmonisasi suaranya, sang bunda berkeinginan kelak bila terlahir anak perempuan maka nama yang dibenaknya harus memakai nama artis idolanya 'Maya Sopha' yang pernah berjaya di thn.60an. Benar saja do'a seorang ibu benar2 dikabulkan Tuhan, bayi perempuan yang 'mungil' dan 'cantik' lahir pada tgl. 21 Maret 1968 diberi nama 'Hyra Maya Sopha'.

Kemiripan nama dari penyanyi Maya Sopha sering orang salah sangka, mengira Ira Maya Sopha adalah putri dari penyanyi dan Bintang Film ini yang juga karirnya hanya sampai pertengahan thn.70an disaat Ira Maya Sopha baru memulai berkeSENIan. Ira Maya Sopha diketemukan tidak sengaja oleh Usman dari kelompok Usman Bersaudara saat Ira Maya Sopha sedang bermain sambil bersenandung bersama teman2nya tidak jauh dr rumah kediaman Usman dan mengajaknya merekam album Anak2 yang sudah diduduki singgasananya oleh Chicha Koeswoyo, Studio Irama Tara pemilik Hartono Hendra (Produser) tempat merekam lagu2nya seperti: Anak Pandai,Asooy, Helicak, Mandolin,dll, kemudian Ira Maya Sopha kembali hadir lewat album keDUAnya 'Pak Item,Si Mamat, Minta Apa,dll. Kemunculannya dimasa itu (tahun.1976) cukup berhasil menyatukan kebersamaan dengan sesama penyanyi Anak2 yang mendominasi pada masa pertengahan thn.70an, ada Chicha Koeswoyo,Yoan Tanamal,Dina Mariana,Debby Rhoma Irama,Diana Papilaya,Sandra Dewi,Liza Tanzil,Viens Is Haryanto,Bobby Sandhora Muchsin, Sari & Angga Yok Koeswoyo, Helen Koeswoyo, Nourma Yunita  dan Ari A Riyanto, dll.

Anak pertama dari ‘empat’ bersaudara ini ‘Glen Reza Firmansjah, Rizky Dermawan, Sweeta Syafrina ini, pernah menjuarai lomba menyanyi antar Sekolah tingkat Walikota-Jakarta Selatan dan Ira Maya Sopha mewakili sekolahnya saat masih duduk dibangku kelas dua keluar sebagai Juaranya. Secara khusus Ira Maya tidak mengenyam sekolah kursus menyanyi, sang ibulah yang berjasa mengajarkan tehnik bernyanyi yang baik. Oleh Usman namaya ‘Hyra Maya Sofa yang menyiratkan nama sebuah Goa tempat dimana nabi muhammad SAW saat pertama kali menerima Wahyu dari Allah SWT dan oleh Usman kemudian dirubah menjadi Ira Maya Sopha.

Namanya baru populer saat berkolaborasi bersama Group (Sanggar) Sangrila pimp.Ibu Maria Tanzil lewat Lakon operet 'Cinderella', dimana2 nama Ira Maya Sopha menjadi perbincangan dan media surat kabar membuat beritanya secara besar2an seakan dunia anak2 dimasa kejayaan Cinderella menjadi miliknya saja. Kesohoran nama Cinderella otomatis menaikkan 'pamor' Group Sangrilla dan nama Ira Maya Sopha menjadi satu kekuatannya untuk melaju pada tawaran show2 pertunjukan operet dihampir semua kota dikelilinginya, kebiasaan sebelum pertunjukan Ira Maya Sopha dan para pemeran lainnya bersama Tikus2nya sering diarak keliling kota dengan mobil terbuka sebelum malam pementasan. Ira Maya Sopha kembali kolaborasi bersama Group Sangrila dalam operet 'Ira Maya Anak Cinderella/bersama Liza Tanzil dan Film Ira Maya Putri Cinderella/bersama: Pauline Jackman,Rudy Salam, Liza Tanzil, Chris Salam,Susy Bolle, dll.

Ira Maya Sopha juga sudah hadir dengan sejumlah album SOLOnya seperti:Kisah Tikus Dan Peniup Suling,Padamu Tuhan,Selamat Tinggal SD, Nasib Anak Yang Malang, Pulanglah Mama,Selamat Datang Masa Remaja,Bukit Hijau(Country), sejumlah album Remajapun dihasilkan al: Bukit Berbunga,Senyum Di Musim Bunga,Balada,Acuh Tak Acuh, Kumenanti,Mengapa Ada Cinta,Surat Terakhir,Cinta SMA, Hanya Daun dan Ombak,dll. Soal akting tak perlu diragukan, kehadirannya difilm semasa kanak2 mampu mengimbangi akting Ria Irawan yang terkenal jago akting, lihatlah film2nya sperti: Ira Maya Si Anak Tiri (Masuk Unggulan pemeran Utama Wanita FFI-1980), Ira Maya dan Kakek Ateng,Nakalnya Anak-anak, Ira Maya Putri Cinderella, dll.

Perjalanan hidup manusia memang sudah ada Takdirnya masing2, demikian pula Ira Maya Sopha mengalami yang namanya perCERAIan dengan suaminya 'Aryanto ex Pegawai PANIN BANK dan memutuskan menjadi Wiraswasta' harus kandas. Ira Maya Sopha, harus bangkit dengan keterpurukannya untuk melupakan bahtera yang sudah dijalaninya bertahun2 menjadi kandas dan Bahtera itu diambil alih sekaligus menjadi Nahkoda terhadap 4orang Putra-putrinya 'Callista, Devara, Kyla, Raffa' untuk songsong kembali berkeseniannya di dunia akting yang lebih welcome kepadanya, terbukti Film ‘Mother Keder’ Ira Maya Sopha berhasil sisihkan nama2 seniornya seperti ‘Dewi Irawan, Jenny Rachman, Jajang C Noer, Ratna Riantiarno’ sebagai Aktris Pemeran Pembantu Festival Film-Bandung dan dunia berTralala sepertinya semakin jauh.

Nama Ira Maya Sopha seakan sudah ditenggelamkan dengan julukan lebih memBUMI sebagai MAMA IRA, siapa yang tak mengenal julukan ini maka rasanya sudah ketinggalan kereta diBogor, terlebih wajah bulatnya nan Cubby dengan senyuman yang sumringah selalu mengisi hari-hari anak Indonesia sebagai Juri tetap 'Idola Cilik'. Dia diCintai berbagai kalangan anak-anak sampai orang tua, karena dia apa adanya tertanam dalam dirinya terpancar niat keTulusannya sebagai 'pencinta anak-anak' yang memiliki karakter kemerdekaan dalam dunianya.

Mama Ira,... siIBU funky yang terkenal cerewet dan perfeksionis ini dalam mendidik ke 'empat' anak-anaknya tak pernah menuntut banyak untuk menjadikan alat pencari nafkah, baginya selama dirinya mampu menafkahi sang buah hatinya kenapa tidak bisa 'kepala menjadi kaki dan sebaliknya kaki menjadi kepala' hanya demi anak-anak yang sangat dikasihinya. Lihatlah betapa banyak yang merunduk sedih dan sesunggukan setelah secara meluas tersiar kabar dokter memvonisnya mengidap penyakit yang sangat ditakuti para ibu muda 'Kanker Rahim' yang sudah menggerogoti tubuh suburnya, sekian lama menutup dengan rapihnya dan menyembunyikan rasa sakitnya seorang diri, karena baginya ingin menjadi Mama Ira yang sempurna dimata anak-anaknya untuk mencukupi hidup dengan kerja kerasnya seorang diri sebagai single parent tanpa ingin membebani lagi dengan berbagi duka yang akan membuat anak-anaknya menjadi cengeng, sedih, was-was dan pasti melarangnya untuk ini dan itu.

Mama Ira.. Tersenyumlah selalu, anak-anak Indonesia akan selalu berDo'a untuk keselamatan dan kesehatanMu karena kami percaya bahwa Tuhan ADA dimana-mana yang selalu menJagamu. Bangkitlah dan songsonglah hari EsokMu, anak-anak Indonesia membutuhkan dan mencintai keTulasanMu, Allah SWT senantiasa bersamaMu dalam Cinta...Amiiiin.

2 komentar: