Minggu, 15 Februari 2015

LYM CAMPAY










LYM CAMPAY sang juragan BKS-Kostrad..
Namanya sangat indah untuk diEja “H.Ali Zulkrim” kelahiran Payahkumbuh, 1 January 1941, anak ke 6 dari 10 bersaudara dari kedua orang tua bernama ‘Sidi Moctar & Rajinah’. Orang tuanya sendiri berasal dari ‘ Balai Salasa dan Painan’, keluarga ini masih dari keluarga ‘demang’ dimasa itu dan disana ada suku bernama ‘Kampay’ sehingga oleh ‘Lym’ nama panggilan kecilnya, kelak nama ‘Campay’ ini dipakai sebagai nama ‘beken’ nya menjadi ‘LYM CAMPAY’. Keluarga ini sudah hijrah ke Jakarta sejak tanun 1951 dan mengakui bermusiknya secara otodidak karena dikelilingi orang2 seniman, terlebih sang kakak dikenal sebagai seorang pelukis dimasanya sementara sang Ayah hanya seorang kepala sekolah biasa yang tidak menguasai alat musik.

Tahun 1962, secara propesional seorang Lym Campay yang memutuskan untuk ‘putus kuliah’ dan memilih jalur seninya menjadi ‘musisi’ sebagai labuhan hatinya dan sudah mendirikan kelompok musik bernama ‘Suita Rama’ saat diusianya baru menginjak 21 tahun dan kemudian pada tahun 1964 mengganti nama menjadi Los Suita Rama dengan personilnya antara lain: Neneng Salmiah (Vokal) + Anna Makatita (Vokal) + Aida Mustafa (Vokal)+ Eddy Chaniago (Vokal)+& Willy Van Leun (Vokal/Rhythm Guitar)+ Lym Campay (Leader/Drum) + Teddy Piet (Melody Gitar) + Eddy Lim (Bass) + Arsyad Arifin (Bass/Vibraphone) + Sofyan Husen (Timbals) + Jono Sujono (Cuban) + In Moran (Maracas) +Masoeri (Vibraphone/Piano) & beberapa penyanyi yang pernah bergabung antara lain: Is Bersaudara + Tussy Bersaudara (Tuty & Acie) + Wirdaningsih + Yusnita + Ernie Djohan + Sally Sardjan, Lilis Suryani, dll & rutinitas mereka latihan dikediaman Lym Campay di Jalan.Sumenep – Jakarta Pusat. Saking padatnya jadwal show di luar kota, sehingga mereka tidak memikirkan masuk ‘dapur rekaman’ dan teringat oleh Lym Campay pernah sekali-kali acan mengiringi penyanyi ‘Lilis Suryani’ pada album ‘CAI KOPI’ saja. Kehebatan personil dari kelompok ini adalah terbilang cukup banyak, karena kelompok ini lebih banyak mengusung lagu-lagu ‘Latin’ dari pada lagu dari bangsa sendiri, seperti yang diungkapkan oleh ‘Anna Makatita’ yang saat ini mengakui dirinya sudah berusia 75 Tahun.. Fantastis.

Baru tahun 1965, Lym Campay sudah mulai menjalin kerjasama sebagai sie hiburan di Kostrad walau sebelumnya sempat juga Freelance di beberapa group musik sebelum terikat kerja sama dengan BKS-Kostrad. Keberadaannya di Kostrad direstui presiden pada saat itu walau tanpa ikatan kerja tetapi siap menghibur apabila dibutuhkan. Karir seorang Lym Campay maju pesat saat ditunjuk mendirikan BKS – Kostrad dan memimpin Band yang diberi nama BKS Selection kurang lebih dari tahun 1975 s/d 1980. Menurutnya para Artis yang direkrutnya tidak hanya dari kalangan anggota BKS-Kostrad, bisa siapa saja bersamanya tour show keliling dari Sabang – irian Jaya dan tidak memfocuskan diri Tour show ke Luar Negeri. Para artisnya yang bergabung di kelompok ini tidak ada honor bulanan, mereka bebas show dengan siapa saja atau dikelompok manapun tidak ada larangan karena mereka tidak terikat kontrak di BKS-Kostrad, gaji bulanan hanya diberikan kepada pengurus dan pimpinan saja dan itupun alakadarnya. Yang paling berkesan dan tidak pernah terlupakan olehnya saat dipanggil show di Istana jaman era presiden ‘Soekarno’ dan disetiap upacara hari kemerdekaan RI selalu dapat undangan untuk BKS Kostrad menghadiri hari bersejarah bagi Bangsa Indonesia sudah terbebas dari belenggu penjajahan. Selanjutnya Lym Campay ditunjuk menjabat ketua dep. Seni dan Budaya untuk GOLKAR, disetiap kesempatan ‘pilpres’ dan sebagainya BKS-Kostrad mengirim artis2 ke seluruh indonesia sejak memasuki era Orde Baru masa pemerintahan presiden ‘Soeharto’.

Sayangnya sejak Kursi kePresiden Soeharto terguling, nama BKS Kostrad lambat laun ikut memudar namanya dan kemunculannya di televisi hanya sekali-kali bahkan bisa dihitung jari dibandingkan masa kepopuleran BKS Kostrad sempat merajai siaran musik di televisi secara rutinitas. BKS Kostrad tidak benar-benar ikut lengser, masih berbasis diTIM (Taman Ismail Marzuki) hanya saja ada perubahan dimana ‘Kostrad’ nya sudah tidak aktif lagi tergeser dengan waktu, namun nama Lym Campay bersama anggota-anggota dan artis-artis penyanyinya sudah identik dengan ‘BKS Kostrad Lym Campay’ tetap sebagai ketua tidak lagi memperkenalkan diri kepada Pangkostrad yang baru. Para artis-artisnya memiliki kartu anggota BKS Kostrad sebagai ‘savety’, selain sebagai anggota dibawah pimpinan Lym Campay demikian pula sebagai tanda bahwa artis-artis pada masa itu sungguh-sungguh ikut berjuang melalui jalur seni.

Sejak Maret 2012, Lym Campay terkena serangan stroke karena kolestrol tinggi, otomatis seorang musisi besar bernama Lym Campay hanya bisa berpasrah menerima takdirnya sebagai seorang pesakitan yang duduk dikursi roda. Sebenarya Lym Campay tidak sendiri, ada banyak musisi dan pekerja seni yang hidupnya masih tergantung di kursi roda dan bantuan orang lain, sebut saja ‘Anton Issoedibjo, Benny Panjaitan & kabarnya juga penyanyi cantik Inneke Kusumawati. Seorang Lym Campay yang dikenal dikalangan artis-artis dan tetap dicintai karena menerapkan sistem ‘kekeluargaan’ terhadap semua anggotanya, dari mulai ‘teknisi, driver,pemain musik, para artis-artisnya & pengurusnya semua mendapat perlakuan sama dan tidak ada perbedaan perlakuan istimewa kepada orang tertentu. Pembuktiannya, saat pada tanggal 1 Januari 2015 tepat diHari kelahirannya para artis-artis bawaannya dari era tahun 60-70-80’an tumplek dikediamannya ‘Kompleks Astya Puri 37 – Jln.WR Supratman – Pondok Ranji – Bintaro sektor 2, Jakarta-Selatan, mereka: Yulia Yasmin, Eddy Silitonga, Titi Qadarsih, Sally Sardjan, Neneng Salmiah, Nuke Affandi, Marni Sumarni, Bakar Iskandar, Rita Latul, Dhotty Amalia, dll sebagainya bersuka cita merayakan bertambahnya usianya ke 74 Tahun.

Kini memasuki tahun 2015, Lym Campay selalu menatap kedepan .. Istrinya ‘Sri Hendrita alias Acie’ salah satu dari penyanyi dua sister ‘Tussy bersaudara’, adalah penyanyi dari Los Suita Rama saat masih duduk di bangu SMP sudah bergabung sejak tahun 1964 dan memutuskan berhenti sebagai biduan setelah disunting Lym Campay di kota ‘Solo’ dan berlanjut wedding party di ‘Jakarta’ pada tahun 1977. Pasangan yang di Ibaratakan sebagai ‘Romeo & Juliet’ ini, karena mereka tidak pernah berjalan sendiri-sendiri, mereka saling bahu membahu menatap hari esok penuh dengan senyuman terlebih dengan kehadiran cucu pertamanya ‘Edria’ dari pernikahan putri semata wayangnya ‘Nike’ yang lebih memilih sebagai pekerja ‘Bank’ dari pada pekerja ‘seni’ dipersunting pujaan hatinya ‘Rianto’ serasa melengkapi hidupnya songsong hari tua. Soal kemesraan dan kesetiaan cinta ‘Acie’ sang ‘Juliet’, alhamdulillah mejadi suri teladan untuk keluarga musisi yang tidak pernah jauh dan lepas apalagi mencampakkan suami yang dirundung sakit menahun, kini terkuaklah mata sang Romeo atas nama cinta mereka telah melewati sisa hidupnya dengan senyuman dan yakini bahwa hari esok masih ada kehidupan yang penuh harapan menanti adzimat kesembuhan dari Allah untuk sang ‘Romeo’ Lym Campay. Sesekali mereka berdua menatap kenangan lama gambar diri terpampang di sebuah album usang sebagai pelipur lara masih tersimpan apik, mereka terkenang akan ‘megahnya panggung, riuhnya tepuk tangan penonton begitu pula kilatan blitz juru photo dan pemberitaan di surat-surat kabar-majalah maupun wajah mereka muncul di layar televisi hitam-putih, tapi itu dulu....sesekali mereka tersenyum memandang album kenangan lama yang banyak tersimpan kisah kenangan masa silam sebagai bukti bahwa masa kejayaan pernah dia miliki dan tak pernah terpupus bahwa nama LYM CAMPAY sudah tercatat dihati pencintanya dan sampai kapanpun tak pernah mati walau jazadnya sudah berkalang tanah.
SEKIAN.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar