Selasa, 26 Agustus 2014

KOES PLUS

KOES PLUS

 Sang Pelopor Muusik Pop & Rock n Roll


Pada tahun 1960, adalah 'Lima' pria dari anak-anak pak Koeswoyo yang berasal dari Jawa Timur dan masih berdarah Biru keturunan 'Sunan Drajat VII', mereka adalah: Djon (Koesdjono) Koeswoyo, Tonny( Koestono) Koeswoyo, Yon (Koesjono) Koeswoyo, Yok(Koesroyo) Koeswoyo, Nomo (Koenomo) Koeswoyo, membentuk kelompok musik dinamakan KUS BROTHERS, mereka sudah menapakakan kaki di Ibu Kota Jakarta (ada tersiar kabar bhwa koes Bros atau koes Plus adalah band daerah yaitu Tuban-SALAH). Lima bersaudara ini melenggang membawakan lagu2 Luar dijamannya mendominasi Indonesia dengan penyanyi seperti: The Everly Brother, Elvis Presley, Kalin Twin dan kelompok inipun sering membawakan lagu2 hits mereka. Kehadirannya di berbagai pertunjukan menjadi kebanggan pada Koeswoyo bersaudara betapa tidak kehadirannya selalu diperhitungkan dan selalu dinantikan sehingga menjadi sejarah perjalanannya bersama saudara2nya. Hingga suatu hari sang pecetus Tonny, berpikir untuk mencipta lagu2 sendiri yang senyawa dengan pribadinya sbg bangsa Indonesia dan tidak ingin berlama2 mendompleng nama2 besar The Everly Brothers, Elvis presley, Kalin Twin maka setiap pertunjukan 'Kus Brothers' tampil dengan lagu2 yang diciptakan Tonny dengan tampilan baru namun masih dikemas musik ala The Everly Brothers & Kalin Twin berhasil menghimpun penonton dan memberi kepercayaan dirinya bahwa 'inilah kami yang sesungguhnya'. Kemudian tidak berselang lama datanglah sang Dewa penolong namanya pak Yos pemilik perusahaan rekaman Irama melirik kelompok Koeswoyo ini dan berkata dalam hati 'andalah yang kami cari', terbitlah album perdanya dengan hits2nya seperti; Telaga Sunyi, Bis Sekolah,Oh Kau Tahu, Pagi Yang Indah dll dengan hadirkan duet Yok & Yon yang harmonis dan kelak diakui sebagai duet Legendaris.

Thn.1963 adalah tampilan barunya menggunakan nama KOES BERSAUDARA, seiring dengan munculnya Band Inggeris dari kota Liverpool 'THE BEATLES' mengguncang 'Dunia' dan tidak bisa dipungkiri bhw Koes Bersaudara m...enjadi salah satunya sebagai inspiratornya dimusik menjadi gabungan dari The Everly Brothers + Kalin Twin+ The Beatles dan Lagu milik sendiri. Album2 Rekaman PH dari Koes Bersaudara juga diminati diNegara Tetangga ' Malaysia & Singapora, sayangnya dimasa itu rezim yang berkuasa adalah Ir Soekarno-Presiden RI segala yang berbau 'kapitalisme' di basmi. Dampaknya pun mengena di kelompok anak2 pak Koeswoyo ini, karena kasat-kusut 'suara sumbang' tercium bhw Koes Bersaudara disusupi antek2 Komunis (PKI) padahal 'sesungguhnya' Tonny Koeswoyo adalah yang paling keras melawan saat ditawari bergabung di LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat) tapi ditampik. Pitnah memang lebih kejam dari Pembunuhan.. begitulah yang terjadi kepada anak2 yang tidak berdosa dimasanya dan dampaknya juga terjadi pada anak2 pak Koeswoyo tersebar berita yang ditiup LEKRA bhw Koes Bersaudara adalah antek dari Manikebu (Manifesto Kebudayaan) adalah sebutan bagi Seniman yang menolak LEKRA. pada hari Kamis,1 juli 1965, rumah keluarga Besar pak Koeswoyo di jln.Mendawai III para Tentara dari Komando Operasi tertinggi (KOTI) menjemput khusus 'Koes Bersaudara' untuk dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Glodok-Jakarta. Tak ada perlawanan hanya kebingungan dari pak Koeswoyo dan Ibu Atmini yang sangat meyakinkan bahwa anak2 mereka bukan orang Politik ataupun Serdadu, namun usaha sang Ayah pak Koeswoyo tak mampu berbuat banyak karena sdh ditebak dijamannya bila semakin berontak maka bisa nyawa melayang 'hanya kepasrahan kepada Tuhan dan Do'a2 yang dipanjatkan agar semua akan baik2 saja'. Ada kisah lucu saat penangkapan itu, Nomo Koeswoyo saat itu tidak berada dirumah dan sebagai saudara yang merasa senasib sepenaggungan dan mempunyai 'naluri' kebersamaan 'menyerahkan diri' karena pikirnya akan jauh lebih baik jika berada dalam penjara bersama saudara2nya dari pada harus berada sendirian diluar sana sementara saudara2nya terkungkung dalam sel'.

Tepat sehari meletusnya Gerakan 30 S PKI, anak2 pak Koeswoyo diBEBASKAN tepatnya tgl.29 September 1965 tanpa ada alasan tahu2 sudah ada perintah pembebasannya. Kelompok ini tidak meski harus berpangku tangan dan langsung mulai menyusun strategi untuk mendapatkan kemerdekaannya yang sudah terenggut selama hampir 3 bulan, kelompok inipun mulai eksis bermusik dari panggung kepanggung show dan semuanya sll dinanti para pencintanya. Sayangnya Recording Irama berImbas 'TUTUP' adanya pergolakan tersebut, beruntungnya saat dalam penjara Tonny sang jenius banyak hasilkan corat-coret lagu al: Voorman, Jadikan Aku DombaMU, Di dalam Bui, To The So Called The Guilities dan balada Kamar 15 kelak menjadi kekuatannya dalam satu album dan DIMITA Recording siap menampung mereka dan mulai menemukan jati dirinya. Sedihnya lagi Nomo Koeswoyo tiba2 memutuskan mengundurkan diri disaat kelompok ini sudah memantapkan untuk mengambil semua yang pernah tertinggal yaitu kesuksesan dan pembuktian, Nomo mempunyai alasan sama diungkapkan saat Djon Koeswoyo (liat Kus Bros & Tampilan baru sbg Koes Bersaudara) memilih mengundurkan diri dgn alasan "mereka menggeluti bidang lain yang lebih menjanjikan dibandingkan dengan musik". 
Thn.1969 adalah munculnya pengganti Nomo Koeswoyo yaitu 'Kasmuri (Murry)' dan Koes Bersaudara berubah nama menjadi KOES PLUS, mereka langsung hasilkan album pertamanya ' Dheg-Dheg Plas' dengan lagu 'beat' Kelelelawar dan irama 'soft' pada lagu ' Cintamu Telah Berlalu'. Sayangnya album ini 'jeblok' dipasaran, masyarakat sepertinya hanya menginginkan sosok idolanya Koes Bersaudara dan tidak ingin dengan tampilan dan kemasan baru yaitu Koes Plus. Bukan Tonny Koeswoyo kalau tidak mensiasati keGalauan adik2nya dan Murry berkepanjangan maka Tonny sang jenius memberi keyakinanan kelompoknya bahwa dengan lewat Festival Jambore Musik di Istora Senayan- 1969, nama Koes Plus akan berjaya dan kembali menguasai kejayaan sama seperti Kus Brothers & Koes Bersaudara. Benar saja, tepuk tangan sahut menyahut saat Koes Plus mulai menyenandungkan lagu ciptaannya sendiri seperti lagu 'Derita & Manis dan Sayang', tampilannya yang memukau membuat Koes plus di keEsokan hari setelah usai jambore tiba2 dimana2 menjadi pemberitaan semua Media saling berlomba beritakan dan Radio2 di seluruh Nusantara kembali memutar album Koes Plus yang dulu dilecehkan dan menjadi di buru para pencintanya. Koes Plus-pun melenggang dengan langsung di kontrak 'lima' album sekaligus dan oleh Tonny membuat seri berjudul Nusantara, kenapa...karena ada tuduhan dari rezim ORLA 'Bung Karno' bahwa Koes Bersaudara diragukan Nasionalismenya karena gemar menyanyikan lagu2 Barat yang diistilakan Bung karno sebagai lagu 'ngak ngik ngok', Tonny sang jenius menunjukan bahwa justru rasa Nasionalismenya ada dalam 'dada' para personilnya sebagai pemujaan pada Tanah Air Indonesia Raya nyang mereka Agungkan. 
Kemudian Koes Plus hijrah ke Label REMACO milik pak Eugene Timoty, kembali Koes Plus menunjukan hasil yang bagus bersama album2 yang bervariasi al: Natal,Anak-anak, Melayu, Qasidah, Hard Beat, dll. Keberhasil an Koes Plus sudah menancapkan kuku2nya di peta musik indonesia, keberadaannya sermakin merajai pasar musik di era 70an dan group musik ini paling terbilang paling produktif hasilkan album bahkan menjadi 'penomena' dan belum ada tandingan masalah kepopulerannya. Namun keberadaannya di Remaco semakin terlena, ini disebabkan dengan tuntun penggemar dan permintaan pasar sehingga Koes Plus sudah semakin tidak memikirkan kualitas yang terpenting memenuhi keinginan pasar dan penggemar agar tidak kecewa. Sudah bisa ditebak Koes Plus Seperti pabrik lagu dan Tonny koeswoyo seperti mesin pencetak uang, banyak suara2 sumbang diluaran menyudutkan bahwa Koes Plus sdh 'melacurkan diri' demi memenuhi pasar dan seperti biasa para pengamat musik memberi julukan lagu2 Koes Plus sebagai lagu 'kacang goreng'. Julukan ini mereka artikan sebagai lagunya laris tanpa memperhatikan 'kualitas' yang penting hasilkan duit dan duit, kepedulian para pengamat ini sebenarnya hanya membandingkan saat mereka masih bernaung di Dimita Recording, Koes Plus sangat2 memperhatikan kualitas lewat album Nusantara sampai dengan Nusantara VIII. 
Memasuki thn.80an, pamor Koes Plus tidak menjulang lagi dimana2 sudah bermunculan penyanyi2 Solo dan Group band yang memberikan persembahan warna musiknya yang maju dan teknologi baru, berbeda dengan Koes Plus yang sederhana dan simple tetap mempertahankan musiknya tidak mengikuti teknologi yang berkembang 'trend' disaat itu. Namun lambat laun Koes Plus mengalami titik jenuh dan monoton sehingga mempengaruhi pada karya2 kelompok ini dan lambat laun penggemarnya merasakan kejenuhan dan berimbas album2 keluaran Koes Plus sudah tidak selaris dan seheboh kejayaannya dimasa thn 70an. Tahun 1977 kemudian Tonny Koeswoyo mengajak kembali Nomo Koeswoyo untuk bergabung, tujuannya hanya mensiasati kejenuhan pasar dengan kata lain membuat 'strategi' pasar maka terbentuklah 'Reuni Koeswoyo' dengan tetap memakai bendera 'KOES BERSAUDARA' yang memang belum resmi Bubar. Album perdana 'Kembali/cipt.Tonny koeswoyo, terlihat di Tivi empat saudara ini sangat 'asri' berpegangan tangan dengan riangnya bersenandung dan sudah bisa ditebak 'sontak' semua penggemar Koes Bersaudara menyambuat kehadirannya dengan suka cita. Sayangnya kebersamaan mereka hanya sebentar walau sudah hasilkan beberapa album Pop & Keroncong, tetap saja Kelompok Koeswoyo bersaudara belum bisa dikatakan berhasil pada album berikutnya. Kondisi kesehatan Tonny koeswoyo semakin menurun, namun jiwa seninya sepertinya tak pernah mati untuk memikirkan kelangsungan musik Koes Plus maka mereka bergabung kembali pada tahun 1978 dengan hasilkan album 'Bersama Lagi, berjumpa Lagi,Pilih Satu, dll dan sekaligus mengawali keberadaannya di Purnama Recording. Akhirnya pertengahan thn.80an Koes Plus benar2 sudah tidak berjaya lagi, penyanyi Solo Wanita dan pria menyeruak tak pernah henti datang dan datang dan tak mampu untuk dicegah mereka datang karena pasar sedang menyukai lagu2 melow. Dan bukan saja Koes Plus kena imbas tapi semua Group Band dimasa itu akan merasakan hal yang sama, tiba2 berita duka datang dari keluarga Koeswoyo mengabarkan berita kematian seorang 'pemusik besar' dari sebuah 'grup musik besar' 'Tonny Koeswoyo' telah dipanggil sang khalik ‘ Maret 1987. Seluruh Indonesia menjadikannya hari berkabung, tetesan air mata mengiringi perjalanannya yang tenang, Koestono Koeswoyo benar2 pergi meninggalkan jutaan penggemar dan ribuan lagu2nya untuk dikenangkan. Kepergian Tonny Koeswoyo, Koes Plus tetap jalan dan beberapa album mereka berTRIO (Yok+Yon&Murry) seperti: 'Amelinda/cipt.Trio(pop Dangdut) tetap disambut sebagai pelipur lara dari penggemarnya dan konon para pengagumnya membeli album koes Plus sudah bukan karena suguhan lagunya enak untuk dinikmati tapi semata2 karena kefanatisme saja terhadap Koes Plus tentang kerinduan dan kecintaannya terhadap grup ini. Tahun.1992, Koes Plus bangkit lagi dan beberapa pemusik melibatkan diri seperti Jelly Tobing & Abadi Soesman minus Murry yang saat itu sedang sakit Hernia yang sudah lama dideritanya. Sayangnya formasi ini tidak langgeng dan hanya beberapa kali tampil dpertunjukan, namun demikian Koes Plus tercatat sebagai awal kebangkitannya dan menerima penghargaan LEGEND BASF AWARD-1992. Dan mulailah Koes Plus di ibaratkan seperti Bola menjemput gawang dan menjadi tahun penuh suka cita menyambut datangnya Sang Legendaris.

Adalah thn.1993 nama Koes Plus kembali semarak lihatlah seorang pengagum beratnya bernama Ais Suhana berhasil hadirkan Koes Plus di News Cafe tepatnya tgl.7 Juni 1993 dengan formasi Yok,Yon,Murry(sudah ikut lagi) dan Abadi Soesman. Kerinduan para pencintanya tentu saja menyambutnya sangat antusias, keberhasilan pada penampilan pertamanya berlanjut disibukkan show2 lainnya yang meannti sperti: 21 Concert Hall Ratu Plaza & Puri Agung Sahid Jaya Hotel kemudian di gedung WTC-Surabaya. Koes Plus-pun hadirkan album 'Tak Usah Kau Sesali/cipt.Yon Koeswoyo-1994, tentunya tanpa kehadiran Abadi Soesman yang hanya mengantarkan Koes Plussampe diarena panggung digantikan putra Tonny koeswoyo yaitu 'Damon Tonny Koeswoyo'. Album ini kembali tidak begitu sukses, tapi perlu dicatat bahwa sebagai band 'senior' Koes Plus masih berkelas, kembali Damon Tonny Koeswoyo mengundurkan diri digantikan Najib/ Cockpit dan kembali pasang surut pemain dikubu Koes Plus juga terulang lagi dan masuk adik dari Tanty Josepha 'Bambang' sekaligus menyambut pertunjukan-pertunjukan melanglang kota dan kepanggung pertunjukan bersama Koes Plus. Oh iya... setidaknya pemusik 'Deddy Dores' pernah berkolaborasi bersama Koes Plus bertitle ' Koes Plus Dores' menampilkan hits 'Rindu Kamu/Cipt.Yon & Cinta Abadi/ Cipt.Deddy Dores, sayangnya album ini tidak sukses dipasaran dan sempat pula ada nama hans dan Jack Kasbie dikelompok ini. Kemudian personal Koes Plus muncul hanya berdua 'Yon & Murry' dibantu Andolin/Lead Gitar & Jack Kasbie/Bass hasilkan album 'Calista-2000- Gadis Genit/cipt.Murry, kehadirannya lewat persembahannya untuk mengulang sejarah namun album ini kembali mandeg dipasar.

Mengawali Tahun 2014, kembali Dunia Musik Indonesia Berduka dengan wafatnya 'Kasmury' atau lebih dikenal sebagai 'Murry-Koes Plus' adalah seorang Drummer Legendaris yang juga namanya mencatat diPeta musik Indonesia tidak hanya sebagai Musisi melainkan seorang komposer dari sejumlah lagu-lagunya yang Populer semisal: Mama di bawakan Eddy Silitonga, kemudian lagu Telaga Biru/ Cintaku & Sepeda Kumbang dinyanyikan  Yayuk Suseno dan Benang-benang Cinta oleh Nia Zulkarnaen, dll.  Murry telah benar-benar pergi menghadap sang PenciptaNYA saat diusianya 65Tahun, pada hari/tanggal : Sabtu, 1 Februari 2014, pukul 05:00WIB (pagi hari) dan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon- Cipayung, Jakarta Timur, semoga Allah SWT memberikan tempat yang terIndah disisiNYA, Amin.


Kini KOES PLUS menyisakan Yon Koeswoyo dan nama Yok Koeswoyo (non aktif) walaupun demikian tetap menjadi Legenda bagi negeri ini dan tak ada yang bisa sangkal, lihatlah kehebatan Koes Plus dia mampu merambah berbagai jenis musiknya yang pemusik lainnya sukar menjangkaunya seperti 'Keroncong, Rock, Qasidah &Anak-anak. Sejumlah hitsnya sampai hari ini masih memenuhi ruang hati pencintanya, dengarkan lagu 'Why Do you Love Me, Pelangi, Kolam Susu, Bujangan, Kapan-kapan, Muda-Mudi, Layang-layang, Puk Ami-ami,Jemu, Kisah Sedih di Hari Minggu, Bis Sekolah, Hatiku Beku, dll. Dari ribuan lagu-laguNya Koes Plus, sudah pasti menggoreskan catatan khusus di sepanjang sejarah Musik Pop Indonesia menjadi LEGENDA sampai kapanpun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar