Selasa, 25 Desember 2012

BASKORO

BASKORO...

Legah sudah rasanya hati ini setelah sekian lama pencarian saya terhadap sosok lelaki kelahiran Jogyakarta,9 September 1954 ini akhirnya saya menemukan persembunyiannya di kantor KCI (Karya Cipta Indonesia) menjabat sebagai Sekjen.

Namanya BASKORO adalah keluarga berdarah biru dari kedua orang tuanya, ayahnya yang bernama Trisno dan ibunya Sri Daryati. Baskoro mengakui darah seninya sendiri merasa dialiri oleh sang ayah yang sangat menyukai musik klasik dari Beethoven, Mozart, Schubert dan katanya masih kerabat dari Tanty Josepha, S Bono dan Ami Priono. Kisahnya saat masih kecil sudah diajarkan mengenal dua kebudayaan secara Barat didapatkan dari ayahnya dan secara Tradisional dari ibunya yang masih menjunjung nilai-nilai sebagai perempuan priyayi. Masa remajanya dihabiskan waktunya dengan Les piano di YMI-Kebayoran, kemudian merambah ke musik klasik Barat yang konon musik ini sudah hidup dimasa tahun 1600 dan 1750 disebut Baroque (barok) dan beberapa komponis dijamannya adalah Johann Sebastian Bach, Antonio Vivaldi, Henry Purcell dan kemudian Baskoro juga mempelajari komposisi lagu yang dinyanyikan koor secara terbagi ‘Sopra, Alto, Tenor dan Bass’ dijadikan satu sehingga pada saat terjun bermasyarakat di musik dia sdh punya bekalnya.

Baskoro kemudian mengisahkan bahwa sebelum namaya bercokol sebagai komposer disejumlah event Festival dia pernah bergabung di Group vokal Gereja Santa Yohanes bernama ‘La Gracia’ pada tahun 1976, bersama sahabat2nya ‘Santy Haryono (kemudian dikenal sebagai penyanyi/adik dari Is Haryanto),Cary, Uty dan Lely’ mengiringi album2 para penyanyi populer dimasanya seperti ‘Ade Manuhutu, Bob Tutupoli,Arie Koesmiran, Mamiek Slamet’ dll. Kembali Baskoro menceritrakan saat mendengar ada pengumuman di salah satu Radio tentang akan diadakan Lomba Cipta Lagu Remaja secara Nasional, dicobanya menyorongkan lagunya al: ‘Dalam Kelembutan Pagi/penyanyi’ Denok Wahyudi & Yocky Soeryoprayogo’ terpilih masuk sebagai 10 Besar LCLR pada tahun 1977 yang dimenangkan lagu Kemelut/ cipt.Junaedy Salat. Kemudian lagu ‘Wijayakusuma/penyanyi Denok Wahyudi dan Untaian Birahi/penyanyi’ Denok Wahyudi juga lagu Asmaraku Asmaramu/penyanyi’ Denok Wahyudi & Indra T, nama Baskoro bersama Ully Sigar Rusady, Bagio Mangkuwiduro, Mamad Rohan Amir terdaftar masuk jajaran 4 Komposer Finalis Festival Pop Song-Tahun 1978 dan mulai namanya diperhitungkan masyarakat pencinta musik indonesia.

Tidak lama kemudian, lelaki Religius yang selalu berpegang pada ayat suci Al’Qur’an ini mengakui sampai hari ini para sahabatnya banyak dari kalangan Pendeta dan Rohaniawan dan tak pernah merasa ada perbedaan malah sebaliknya melihatnya justru perbedaan adalah memperkuat persahabatannya. Diceritrakannya kembali tentang kehadirannya sebagai komposer adalah karena campur tangan Tuhan, bahwa saat itu seperti ada kekuatan gaib menuntun tangannya merangkai bait demi bait hasilkan lirik-lirik indah tanpa disadarinya semuanya mengalir begitu saja. Lihatlah kekuatan pada lagunya ‘Yang Esa dan Kuasa’ yang dinyanyikan Denok Wahyudi di Dasa Tembang Tercantik LCLR-1978 dan ‘Bahana Perdamaian’ disuarakan Fifi Kaboel diFestival lagu Populer Tingkat Nasional-1978 sangat diperbincangkan namanya. Apalgi kedua lagu gubahannya tersebut, menghasilkan penghargaan sebagai Penulis Lirik Terbaik untuk lagu ‘Yang Esa & Kuasa’ dan sebagai Lagu Terbaik pada lagu Bahana Perdamaian. Baskoro tidak hanya sampai disitu, dia terlihat sudah menggandeng penyanyi cantik asal kota Bandung ‘Rita Mustamsikin’ yang tak lain anak didik dari Elfas Secioria dalam album ‘Asmara Bahagiaku’ dan Baskoro bertindak sebagai pencipta lagu maupun sebagai Aransemen dari album yang dterbitkan Virgo Ramayana Record.

Sayangnya disaat namaya sedang dibicarakan di peta musik Nusantara ini, tiba2 Baskoro menghilang dan menghentikan berkeseniannya untuk menyongsong masa depannya yang gemilang. Baskoro melanjutkan kuliah mengambil jurusan Hukum di Universitas Indonesia-Rawamangun dan meneruskan lagi sekolah diLuar Negeri di Universitas Cambridge yang terkenal sebagai Universitas paling elit dan bergengsi di dunia. Sepulang di Indonesia Baskoro sudah bercokol di KCI (Karya Cipta Indonesia) dari tahun 1996 sebagai ketua II dan Rinto Harahap (ketua I) & Bambang Kesowo (Ketum), sekarang ini Baskoro duduk sebagai Sekjen, sementara Enteng Tanamal (Ketua Pembina), Darma Oratmangun (Ketum) dan Adriyadie (Bendahara) untuk priode 2012 dan aktif juga di pengurusan BSF (Badan Sensor Film) hingga saat ini.

Baskoro kembali membisiki saya, bahwa sebenarnya banyak sudah para pengamat musik yang ingin sekali menemuinya untuk mewawancarainya dan bahkan sudah ada pengamat musik menulis tentangnya tapi pengamat musik itu sendiri tak pernah mengenalinya kecuali hanya kepada saya dia sudih menerimanya. Begitulah Baskoro selalu menghindar dari publikasi dan saya juga sangat bangga karena saya adalah pengagum karya-karyanya walau lagunya bisa dihitung jari namun saya tertarik membicarakan makna yang tersirat dari syairnya memuja ke Esaan Tuhan dimata mahluknya menciptakan kisah-kisah Manusia maupun kepada Alam untuk Asmara cintanya menuju Perdamaian hakiki dikelak hari. Baskoro kembali menambahkan, pernah lagunya dinyanyikan Paquita Wijaya dan tak disangkalnya bahwa disela waktunya yang cukup padat masih menyempatkan mengCorat-coret lagu-lagu baru dan sudah direkam oleh para sahabat-sahabatnya dari alumni UI (Universitas Indonesia) seperti ‘Christine Panjaitan dan Louise Hutauruk’, rencananya akan release dipenghujung tahun 2013 sebagai pembuktiannya bahwa Baskoro tidak benar-benar meninggalkan musiknya dan akan datang menyapa cita dan cintanya untuk musik Indonesia..

3 komentar:

  1. salim hormat kepada PakBaskoro yang telah membumikan firman Tuhan dalam lagu2 yang menggetarkan, bersyukur dapat mendengar kembali lagu2Nya. semoga Baskoro dapat kembali melahirkan lagu2 yang dapat membangkitkan jiwa jiwa yang telah lama pergi

    terimakasih untuk Jose Cholinge yang telah menemukan Beliau.

    BalasHapus
  2. Salam kenal mas Bri Febriyanto... maaf baru membuka blog ini sehingga telat membalasnya, salamnya akan di lanjutkan kepada mas Baskoro... kami juga senantiasa menanti kehadiran mas Baskoro di Peta Musik Indonesia agar jangan berlama2 berDiam diri, karena Peta Musik Indonesia sudah menunggu lama kehadirannya...

    BalasHapus
  3. Syair dan melodi pak baskoro indah nian bak semerbak wijaya kusuma.. Tiada pernah ku sua syair seindah itu hari ini... apalagi kalau yg nyanyi Dhenok Wahyudi wuihh... rasanya seperti terbang ke surga.

    Salam hormat dan minta nomor HP beliau. Suwun.

    BalasHapus