Selasa, 25 Desember 2012

JOHAN UNTUNG



Namanya JOHAN UNTUNG... Adalah salah satu penyanyi pria anak asuhan dari Almarhum A Riyanto, oleh mas Kelik (nama kesayangan A Riyanto) keberadaannya di Jakarta setelah hijrah dari kota Surabaya sebagai penyanyi yang lebih banyak malang melintang dari cafe ke cafe ataupun dari hotel ke hotel berharap bisa kembali meraih kepopuleran setelah Jamal Mirdad adalah pengharapan sang mentor.

Keberadannya diRumah mas kelik bersama banyak artis-artis pemula seperti 'Jamal Mirdad, Atiek CB, Maharani Kahar,  Ade Putra, Okie Joe' yang ngendon untuk lebih dekat sama sang Guru atau tepatnya menghemat biaya karena rata2 penyanyi pemula dari daerah kecuali Ade Putra di Roxy dan Endang S Taurina di Jatiwaringin- Pondok Gede Jakarta Timur memilih bolak balik kekediaman A Riyanto di H.Nawi- Jakarta Selatan.

Anak ke 'dua' dari 'sembilan' bersaudara ini, lahir di Surabaya 29 September 1955  dan mengisahkan bahwa 'kami hanya berDua dengan adik perempuan bernama Elizabrth (Elly) yang mengaliri darah seni  Papa di bidang musik' akunya.  Kembali menambahkan bahwa sejak usia  'sembilan tahun' pada Tahun 1964 sudah unjuk kebolehan bernyanyi dihadapan para pekerja Pabrik Gula dan Masyarakat Kota Kediri- Jawa Timur saat merayakan pesta 'Panen Tebu' bertajuk 'Buka Giling', dari mulut kecilnya meluncurlah nyanyian "Potret Kekasih yang dipopulerkan Diah Iskandar dan Oh Dewi dari Rachmat Kartolo".  Karena menetap didaerah, dia merasa bakatnya tidak berkembang apalagi bersamaan dengan pecah GESTAPU maka Johan kecil benar-benar tidak melanjutkan bakat menyanyi yang diturunkan oleh sang Papa seorang pemain Hawaian JOHN ALEX NANLOHY (Ambon-Aceh) & Mama 'YC SCHIDGAAL (Jerman- Indian).

Bahkan tahun 1974 mengaku pernah berbelok arah mencoba  merasakan menjadi seorang karyawan kantoran di Pabrik Gula Krandon di Kudus sebagai tenaga mengecek  alat transportasi Traktor, Lokomotif, Tronton dll, karena naluri berMusik lebih mendarah daging ditunjang dengan upah mingguan yang diterimanya saat itu sangat minim hanya mendapat Rp.5 Ribu/Minggu, sementara bila bernyanyi di Hotel bisa mendapat penghasilan Rp.5 Ribu/Hari, itulah yang membuatnya hengkang dari pekerjaannya dan kembali memasuki dunia musiknya yang pernah tertunda dengan pengharapan sebagai pelabuhan terakhirnya dan melanjutkan bermusiknya di Hotel Garden- Surabaya sebagai penabuh 'Drum', hingga akhirnya banyak menyarankan kepada Johan untuk sudahi sebagai penabuh drum dan alih profesi sebagai seorang vokalis saja dan saran itu dijalaninya sampai hari ini menjadi vokalis.

Pukulan yang terdahsyat yang tak kuasa diterimanya ketika sang mama meninggal pada tahun 1974, dia alami depresi yang berkepanjangan sehingga aktifitas sekolah terbengkalai dan tidak berniat untuk melanjutkan ke tingkat perguruan dan melampiaskan berkesenian sebagai pelarian untuk penghibur hati.  masih ditahun yang sama sampai dengan 1976, Johan remaja bersama rekan-rekannya 'Yanto, Yadi, Oye, Lasman  dan kemudian berganti formasi antara lain: Yanto, Yadi, Agus, Budi& tentunya Johan Untung sebagai penggebuk drum bersama  Group Band yang diprakarsai olehnya bernama 'ARGA dari Arek-arek Gatot Subroto' dan sempat merekam suaranya di Golden Hand lewat album Mama & Asyik yang digubahnya dan menjadi Album SIDE B diAlbum Mus Mulyadi.  Hingga akhirnya tahun 1979 'Johan tampil bernyanyi di televisi Surabaya menyanyikan Lagu-lagu Ebie G Ade  dan meniru sama persisnya seningga memperdaya seorang Produser bernama Dr.Saleh Al'Djufri yang dibuatnya terkesima dan tanpa kalimat ba-bi-bu-be-bo langsung merekam suara Johan Untung bersama kelompok vokal TrioNya yang diberi nama "ARDIG atau akronim dari Arek-arek Diponegoro dengan personil Karyanto, Iman & Johan Untung sendiri" persembahan album 'Balada Narapidana/cipt. Dr.Saleh Al'Djufri & Johan Nanlohy dan wara-wiri muncul di Televisi lokal.

Setahun setelah kemunculannya di Televisi Surabaya tepatnya tahun.1980, kembali diLirik oleh Produser Recording YULIA LL bernama Mr Sancho 'johan di bawa ke Jakarta dan dititipkan dikediaman A Riyanto selama  'satu tahun' tidak ngapa-ngapain hanya ikut mengawali kemana A Riyanto pergi maka Johan Untung ada bersamanya. Selama satu tahun ngendon di rumah A Riyanto, kemudian Oleh A Riyanto nama JOHAN YAQUES ALEX NANLOHY disulapnya menjadi JOHAN OENTUNG (baca Untung) dengan pengharapan menggapai Impian sebagai Penyanyi Populer dan keberuntungan selalu ada padanya, lewat tangan A Riyanto, Johan memulai membuka debut album pop Indonesia tahun 1981 yakni 'Nusantara 3/Cipt.A Riyanto' dan sayangnya albumnya biasa-biasa saja. 

Untuk namanya cukuplah dikenal dan wara-wiri di Televisi Nasional, namun tak semegah dan selaris album persembahan Jamal Mirdad 'Hati Selembut Salju', kemudian album ke Dua 'Johan muncul ‘Nusantara 5 Bersatu/Cipt.A Riyanto dengan single hits ABRI Masuk Desa/A Riyanto’ tetap sambutan publik biasa2 saja. Kemudian A Riyanto mencoba berbagai cara agar anak asuhnya ini naik peringkat, kalau ditilik dari segi Tampan 'tidak diragukan, apalagi suara 'menguasai jenis suara penyanyi lokal maupun mancanegara', pokoknya persyaratan keduanya telah lolos sensor tapi apa yang kurang darinya?. Mungkin faktor LUX saja tidak menggandulinya seperti penyanyi dibawahnya Ade Putra melejit dengan lagu ‘Tanda Mata/ cipt.Harry Toos’, seperti biasa Johan tidak pernah memusingkan dan selalu dia berusaha memberi yang terbaiknya dan bersabar menunggu saatnya akan tiba juga sebuah keberuntungan seperti NAMAnya.

Kemudian Johan selalu tak pernah merasa putus asa dan album rekamannya selalu berhasil dipersembahkan seperti: Indonesia Merdeka/Cipt.Chandra Irmano (feat Swari Arizona), Hallo Darling/Cipt.Gaguk W (feat.Rita Monica),Beta Kawan Setia/cipt.A Riyanto,Engkau & Aku/Cipt.A Riyanto(feat Fauzia), Sejuta kerinduan/Cipt.Johan Oentung,Desember Kelabu/ Cipt.A Riyanto(feat Atiek CB/Hits Remaja) album kesemua ini masih menjadi sambil lalu saja alias tidak laku.  Akhirnya  dia memilih ikut bergabung dengan Ireng Maulana dan secara reguler bernyanyi di Night Club 'Taurus- Hilton Hotel' dan melanglang buana dari Club-club seperti LCC, Green Pub dan sempat lama bergabung di kelompok 'FLASH BACK sejak tahun 1993 s/d 2007 dan bergabung kembali pada tahun 1993.   Johan Untung, kemudian sdh muncul di sejumlah suaranya mengisi vokal pria untuk label Musica Studios untuk penyanyi Wanita semisal: Andi Meriam Matalatta (Bimbang), Hetty Koes Endang (Aduh Mak), Rafika Duri (Kekasih) dan anehnya justru album-album featuring bersama penyanyi solo wanita tersebut sangat disukai pencinta musik indonesia dan laris dipasaran.

Di masa tahun 80an akhir adalah masa2 kejayaan Johan Oentung yang kemudian namanya berubah menjadi ‘JOHAN UNTUNG’ mungkin agar lebih memudahkan membacanya saja dan namanya menjadi sangat populer tidak saja di Indonesia tapi merambah diNegara Malaysia, Brunai, Singapura sebagai penyanyi pria ‘Cover Version’ yang sudah hasilkan album rekaman sebanyak 3000 (tiga ribu) volume.  Pantas saja, prestasi disebutkan diatas adalah benar-benar mengembalikan ingatan kita untuk berhitung bahwa 'Johan Untung' sudah malang melintang bermusik sampai ke Amerika dan pernah bekerja sama dengan orang-orang hebat di Negeri ini semacam 'Ireng Maulana, Bubby Chen, Idang Rasjidi, Arthur Kaunang, Atauw, Udin Syach, Januar Ishak, dll.  Sebagai penyanyi pengisi dihampir album-album Karaoke Barat dan Indonesia disejumlah Album rekaman maupun di rumah-rumah karaoke adalah disuarakan olehnya, ini semua  berawal dari Album kompilasi berjudul 'Ranjau-Ranjau Cinta' yang diProduksi tahun 1986 menghasilkan sesuatu bagi diri seorang Johan Untung. 

Selain terkenal sebagai penyanyi Cover Version, dia juga sangat piawai meniru 'suara' penyanyi aslinya seperti The Bee Gees, Al –Jarreu, Tom Jones, Elvys Presley, Tom Jones, Ebiet G Ade, Acil, Bob Tutupoli, dll,  dia bisa di ibaratkan 'Bunglon' yang bisa menyesuaikan diri untuk memudahkan menangkap lawannya atau menghindar dari musuh seperti dialah kehebatannya mempunyai karakter suara yang tidak banyak dipunyai penyanyi Indonesia sehingga dia bisa bertahan hingga saat sekarang ini.  Johan juga pernah merekam sejumlah album dari  'Surat Cinta/Cipt.I.S.S, Kusadari/Cipt.Anto(feat Ermy Kullit),Cinta Monyet/cipt.BIMBO, Jawaban Kau Bukan Dirimu/Cipt.Amin Ivos, Widuri/cipt.Adriyadie, Mengapa Tiada Maaf/Cipt.Yessy Wenas,Kini Baru Kusadari/Cipt.Amin Ivos,Seuntai Bunga Tanda Cinta/Cipt.A Riyanto, walau album-albumnya tidak meledak, cukuplah telah memberi arti di Peta Musik Indonesia.

Johan Untung tak pernah merasakan bahwa nama tambahan ‘Untung’ dari sang guru adalah sebuah keSIALan seperti banyak pengamat musik atau media liputan yang menyebutnya sebagai ‘penyanyi yang tidak PERNAH untung’, namun mereka hanya melihat dari satu sisi dan belum menyelami bahwa Johan Untung yang tidak beruntung di album komersial namun bisa mendatangkan pundi2 yang terus mengalir dengan album cover versionnya sejumlah lagu2 barat yang dikusainya ribuan lagu dan ratusan lagu dihafal diluar kepala adalah suatu talenta bahwa hanya dia yang memiliki daya ingat dan daya peniru suara penyanyi aslinya dan hebatnya lagi dia serba bisa melagukan lagu apa saja yang berirama Pop,Dangdut, Melayu,Disco,Reggae, Campursi dan bahkan Johan Untung pernah menguji kemampuan vokalnya pada ajang Asean Pop Song Festival 1991 lewat lagu 'Senyumannya/Cipt.Alfred Matulapelwa, walaupun bukan sebagai pemenang seperti lagu Penjor/Cipt. Dharma Oratmangun, perlu dicatat  bahwa Johan Untung adalah jagonya soal olah vokal.

Walaupun Johan Untung hanya sebagai anak 'adopsi' sejak bayi dari Paman dan tantenya 'Yaques Alex Hendrik Nanlohy & Fatma Djawas, merasa tak pernah kehilangan kasih sayang dari orang-orang yang mengasihinya dari orang tuanya. Dia kisahkan bahwa sejak kecil dia adalah pengikut Katolik yang taat dan dia  diajarkan oleh kedua orang Tua Asuhnya mengenal 'dua'  keyakinan 'Kristen Protestan & Islam dan dia sendiri menerima ajaran Katolik yang didapat dari sekolahnya tak membuat mereka ada perbedaan saling mempersoalkan.  Katanya, sejak duduk SD (Sekolah Dasar) dan SMA (kecuali SMP adalah sekolah Negeri) pilihannya adalah sekolah Katolik, seiring berjalannya waktu baru  pada tahun 1983 'Johan mengucapkan 'Syahadat dan menjadi Mualaf'.  Dua tahun sejak menjadi pengikut ajaran Nabi Muhammad SAW baru kemudian menikahi perempuan bernama FAUZIAH  pada tahun 1985 yang sudah memberinya 'dua' pasang Buah Hati sepasang Putra-Putri 'Liza (27Tahun), Elleni (25Tahun),  Andrew (23Tahun) & James (21tahun). Kebahagiannya terpancar bila menceriterakan anak-anaknya yang sudah memilih takdirnya menjadi anak seorang seniman yang tidak jauh dari pepatah 'buah jatuh tidak jauh dari pohonnya', anak terTuanya Liza selain pandai menyanyi juga menguasai  4 bahasa Asing 'Inggeris, China, Mandarin & Jepang & Andrew putra keTiganya menyenangi 'Drum' dan tercatat sebagai Alumni SMA Al Azhar- Blok M menunjukan Prestasi dengan IP 3,8, kini keDua adik kakak ini sudah merekam suaranya bersama kelompok Komunitas musik Jepang yang sasarannya album ini dipasarkan di Negara tersebut.. 

Kini sepak terjang Johan Untung tak pernah sepi dari undangan show off air maupun undangan perjamuan dan namanya masih tetap stabil tak pernah tenggelam seperti penyanyi seangkatannya yang sudah meredup kepopulerannya, membuktikan bahwa Johan Untung adalah Johan yang selalu diberi keberUntungan di dunia Musik agar selalu tampil memberi keharmonisan pada hidup manusia dengan suaranya seperti impian sang guru 'A Riyanto' yang selalu tersenyum untuknya dialam sana bahwa nama ini adalah nama yang memberi UNTUNG yang selalu diUNTUNGkan dikelak hari agar Tuhan memberkaHinya, Amin Ya Robbal Alamin.

6 komentar:

  1. mas, saya sangat ngefans sama Johan. sejak kecil saya menyukainya. bahkan saya sangat hafal dengan suaranya. menurutku mas Johan suaranya sangat merdu. sampai saat inipun belum ada penyanyi yg suaranya mirip mas Johan.

    BalasHapus
  2. Salah satu penyanyi vaforite sy..menurut sy salah satu penyanyi pria teebaik yg dimiliki Indonesia..walaupun kurang hoki didunia rekaman..kalau tdk salah istrinya jg mantan duetnya Fauzia membawakan lagu engkau dan aku karya A.Riyanto

    BalasHapus
  3. Salam Hormat dan Takzim UPTD SMA NEGERI 1 REJOSO 29, Jose sependapat dengan Bapak bahwa belum ada artis yang menyamai suaranya, malah sebaliknya Mas Johan Untunglah yang menyamai mereka punya suara.. hebatkaaaaan

    BalasHapus
  4. Salam Hormat dan Takzim UPTD SMA NEGERI 1 REJOSO 29, Jose sependapat dengan Bapak bahwa belum ada artis yang menyamai suaranya, malah sebaliknya Mas Johan Untunglah yang menyamai mereka punya suara.. hebatkaaaaan

    BalasHapus
  5. Betul pak Antok Priyanto, mas Johan Untung menikahi istrinya bernama FAUZIA saat terperdaya dengan kelembutan dan mecantikan alami pasangan duetnya tsbt dan mengikrarkan diri sebagai pengikut ajaran Nabi Muhammad SAW mengikuti Agama Isterinya. Kini mas Untung dan mbq Fauzia telah hidup Berumah Tangga baik2 saja terlebih dengan kehadiran 4 buah hatinya yang sdh dewasa, mari kita selalu mendoakan kesehatan mas Untung yang belakangan sedikit terganggu dengan kesehatannya agar kembali disehatkan seperti semula.. Amiiin

    BalasHapus
  6. Bisakah minta liriknlirik lagunya bang johan yg ada di album nusantara
    Spt perawat muda
    Cincin permata biru
    Didalan kesunyian

    BalasHapus