Selasa, 25 Desember 2012

THE RHYTHM KINGS




THE RHYTHM KINGS

Tiga tahun yang lalu (thn.2009), penulis temui THE RHYTHM KINGS sedang berlatih diStudio & Sekolah Musik FARABI dikawasan Cempaka Mas, JakartaPpusat. Mereka mempersembahkan serangkaian lagu2 The Beatles,Bee Gees, Deep Purple & Santana yang diaransemen ulang menghasilkan ‘Rock & Blus & Sweet Pop’ seperti: Evyl Ways, Wit a Litlle Help For My Friend, How Can You Mend Broken Heart, World Let There Be Love, Down By The River,I’ve Good Dream, Mustang Sally, Put Your Head On My Shoulder & Sweet Heart dan beberapa lagu hit mereka yang diambil dari albumnya seperti: Maafkanlah Beta, & Kau Yang Kusayang(SOLO ‘Mawi Purba). Penampilan shownya di Shubmarine Cafe – The Bezz, Permata Hijau (Sabtu, 10 Mei 2008) membuat audience menikmati persembahannya versi Joe Cocker yang kental dengan blues rocknya. Inilah pemunculan perdananya setelah bebarapa tahun lalu menghilang. Mereka belum kehilangan sentuhan dalam bermusiknya bahkan Rhythm Kings masih menyimpan beberapa permainan pamungkasnya, nama2 persdonilnya The Rhythm Kings formasi sekarang adalah ‘Mawi Purba/Bass&Vocal, Darma Purba/Keyboard II& Vocal, Radja/Keyboard I, Masri/Gitar & Gunari/Drum. Bisa jadi The Rhythm Kings tetap merupakan band ‘Live’ terhebat sepanjang masa.

Awal terbentuk,
Perrtama kali band lokal ini ‘The Rhythm Kings’ terbentuk di kota Medan tahun.1967, mereka sebelumnya beranggotakan ‘Mawi Purba/Bass&Vokal, Mawan Purba/Lead Gitar& Vocal, Reynold Panggabean/Drum & Muchsin/Rhythm’. Awalnya merupakan band pesta-pesta ‘dansa’ diacara2 sekolahan dimasanya. Saat mereka sedang sibuk2nya berlatih, Reynold Panggabean mengundurkan diri dengan alasan karena sulitnya membagi waktunya dengan sederet jadwal aktivitasnya diluar Rhythm Kings. Sesungguhnya pengunduran Reynold di Rhythm Kings jauh2 hari sudah tersiar kabar akan membentuk band bersama keluarga ‘Harahap’ yang kemudian dikenal bernama ‘The mercy’s. Selanjutnya formasi terpenting Rhythm King’s adalah kehadiran Darma Purba/Rhythm,Saxophone&Vokal dan Ayun/Drum menggantikan posisi Reynold Panggabean. Mereka langsung menjemput segudang jadwal show keliling diseputar Sumatera Utara dan Banda Aceh, mereka membuat terobosan bermain dipanggung2 terbuka dan tetap mengandalkan lagu2 ‘Rock’ semisal Deep Purple, Lead Zepplin, Black Sabbat & Santana. Merekapun tak segan2 menempatkan diri sebagai band manis dan berpenampilan rapih bila mengadakan pertunjukan formal diacara2 kampus maupun sekolahan, musik mereka yang diusung adalah ‘Sweet Pop’ sangat diilhami nuansa The Bee Gees didalamnya. Rhythm Kings muncul dengan cirinya tersendiri, mereka menyerap musik dari berbagai jenis selera personilnya ‘Deep Purple, Ray Charles, The Beatles,Joe Cocker, Jimmy Hendrix, Richi Black Moore, Santana & Bee Gees, dll.

Restu Keluarga,
Berbicara mengenai personil ke tiga kakak beradik dari marga ‘Purba, mereka ‘Darma, Mawi & Mawan’ adalah putra dari Wali Kota Medan ‘Madja Purba’ sangat mendukung aktivitas anak2nya dalam berkesenian ‘ beliau melihat musik itu positif dan merespon anak2nya berkesenian’ aku Mawi. Berbeda dengan sorotan keluarga besar dan kolega orang tuanya sangat menyesalkan jalan yang diambil kakak beradik ini, karena menurutnya ‘hidup seniman tidak menjanjikan masa depan’. Namun, justru ketiga kak beradik ini punya ‘trik’ tersendiri pembuktiannya menggunakan rumus ‘Tiga M’ yaitu : (1).Menjaga nama baik keluarga, (2).Menjauhi narkotik, (3).Mengutamakan Sekolah. Mereka menunjukan keseriusannya bermusik hanya sebagai pelampiasan’ hoby’ semata dan mereka hanya mewujudkan impian musiknya, bukan mementingkan materi & ketenaran. Karena itulah The Rhythm Kings berani untuk menjadi diri sendiri.

Go International,
Masuknya formasi baru Ucok Purba/Keyboard dan Zulkarnaen/Drum (kini menjadi anggota DPRD Nangro Aceh) menggantikan posisi Ayun/Drum dan Muchsin/Rythm yang mengundurkan diri. Mereka tetap menggelinding tiada tanding dikota kelahirannya, mengungguli nama besar The Mercy’s, Great Season, The Minstrel’s, Free Man, Quintana, The Finger & Destroyer. Walau pergantian personilnya yang terus menerus merecoki perjalanan bermusik mereka, Rhythm King’s tetap memiliki daya pikat membangun dirinya menjadi group vokal yang terbaik dikotanya. Kesuksesan musisi Indonesia menembus Singapora seperti nama ‘ AKA,The Rollies, The Steeps, Rhapsodia, Yeah Yeah Boys & The Peels’ yang lebih dulu menjajal pentas di negara tetangga. Demikian juga nama Rhythm Kings tidak hanya dikenal dikota Medan, mereka bahkan berhembus sampai ke negara Singa. Kejadiannya disuatu hari, menarik perhatian panitia Singapore yang bertandang ke indonesia dan dikontrak langsung selama ‘tiga’ bulan untuk bermain di Night club Flamingo, mereka juga memperoleh kesempatan menghasilkan LP (Long Play) album kroncong ‘Sitara Tillo (Lagu daerah Tanah Batak) di label Polidor Record. Sekembali mereka di Indonesia , Rhythm Kings melesat pesat tak terbendung ‘tour’ menjelajahi hampir semua daerah Tingkat II di Sumatera Utara seperti Binjai & Pematang Siantar. Sukses pertunjukan ‘Live’ yang diselenggarakan majalah ‘AKTUIL’ di Bandung, mereka kembali menggemparkan lapangan Merdeka & GOR- Medan. Pasalnya, antusias fans panatik mereka rela berdesak2an sehingga terjadi aksi saling dorong yang memicu perkelahian massal dan aksi bakar-bakaran sehingga banyak berjatuhan korban. Demikian pula gaung ketenarannya menembus sampai ke jakarta, sehingga mempengaruhi banyak artis Ibu kota berlomba2 me-request diiringi Rhythm Kings bila show di kota Medan. Tepatnya, musik mereka mengiringi banyak penyanyi Nasional seperti ‘Titiek Puspa,Nasution Sister, Sitompul Sister dan tak luput duet Benyamin S & Ida Royani, dll.

Menghasilkan Album,
Urusan bongkar pasang pemain memang menjadi bagian dari kehidupan sebuah group musisi, Rhythm Kings kembali mengalami pergantian personil di formasi ‘drum’ dengan bergabungnya ‘Yahya/Drum’ menggantikan posisi Zulkarnaen yang mengundurkan diri. Kemudian mereka kembali menerima formasi baru Radja/Keyboard menggantikan posisi Ucok Purba, sekaligus menembus dominasi band Nasional di dunia rekaman. Akhirnya Rhythm kings berhasil melesat dengan album debutnya ‘maafkanlah beta (1970), dilanjutkan Pujaanku(1972) & Aiga(1973/Pop Melayu). Dalam perjalanannya yang singkat mereka mampu membuktikan kalau The Rhythm Kings bukan sekedar band ‘Lokal’ yang hanya bertahta di kota kelahirannya namun mampu mensejajarkan diri dengan group band ‘Nasional’ yang berjaya dimasanya. Sederet jadwal manggung keseluruh pelosok nusantara sambung menyambung dengan jadwal tour dan promo membuat kelompok asal Sumatera Utara ini harus bolak balik Medan-Jakarta. Namun sangat disesalkan, Darma Purba mengundurkan diri karena kesibukannya sebagai dokter gigi sehingga sulit menyelaraskan jadwal show Rhythm Kings yang sangat padat. Pada akhirnya mereka menyelesaikan kontrak album ke empatnya ‘Tidurlah Adikku (1975/Pop melayu), tanpa didampingi sang abang Drg. Darma Purba dan tercatat sebagai album ‘perpisahan’ The Rhythm Kings.

Solo Album,
Nama besar The Rhythm Kings sama sekali sudah tidak terdengar rimbanya, mereka memilih istrihat panjang atau bisa jadi mereka sudah membubarkan diri. Hingga suatu hari, Mawi Purba yang sudah bekerja sebagai PNS Pemda DKI merindukan berkumpul dengan para sahabat2nya sesama anak Medan. Pilihannya ke Studio Lolypop tempat mangkalnya para pemusik Medan seperti Rinto, Erwin & Philips yang membawanya rekaman solo “Wi (Mawi), mau nyanyi nggak?..aku punya lagu untuk kau?, Rinto menawarkan. Rinto Harahap & Romy Katinding sangat optimis pada kemampuan warna suaranya yang sunguh2 baru, jadilah pertama kali muncul pada album ‘Kau Yang Kusayang (1981)’ dan mendapat sambutan hangat pecinta musik mellow dimasanya. Selanjutnya mudah ditebak ketika Mawi kembali membuktikan album solo keduanya ‘Kau Yang Pertama (1982)’, lagi2 mengulang sukses melampaui sukses yang pernah diraihnya. Namun album selanjutnya ‘Cintaku & Cintanya (1983) & Setulus Hatiku (1984), kurang berhasil dipasaran yang konon selain kurang promosi Mawi-pun sdh tidak bisa meninggalkan pekerjaannya yang sangat menyita ke Artisannya. Terlepas dari keArtisannya, Ir Mawi Purba semakin di kenal para relasinya sebagai seorang pejabat Pemda PU (Pekerjaan Umum) yang jauh dari tepuk tangan, tapi baginya sama saja dengan riuh bunyi Martil dan Sekop seperti menimbulkan irama nyanyian.

Bangkit kembali,
Setelah akhirnya lelah berdiam diri, Rhythm Kings yang ‘susah bangun’ dari tidur panjangnya selama 25thn sejak tahun.1975, mencoba kembali kekuatannya setelah mereka sempat didera ‘duka’ yang berkepanjangan atas kematian ‘Mawan Purba sang Dr. Special THT yang ‘multi talenta’ pada tahun 1993 di jakrta. Atas prakarsa para penggemar & sahabat2nya yang sering berkumpul dirumah Darma didaerah Pattiunus 12-Kebayoran Baru, mereka kembali menemukan formasi terbaru yang diperkuat lima personel sesama anak Medan ‘Mawi/Bass&Vokal, Darma/Keyboard&Vokal, Radja/keyboard I, Masri/Lead Gitar & Gunari/Drum’. Sejak pemunculannya diacara sosial Gereja GKPS di sahid Jaya Hotel-Jakarta, kenyataannya mereka menerima tawaran berturut-turut bermain diacara2 pesta perkawinan, Pembukaan Club dan berlanjut mendapat tawaran show yang di sponsor radio KISS FM-Medan. Tidak tanggung-tanggung Rhythm Kings menggaet ‘Jelly Tobing (Ex The Minstrel’s & C’ Blues) untuk tampil bersama dalam acara ‘Yesterday Once more’ di Hotel Tiara- Medan, pada tahun 2000 silam. Tak heran kalo kemudian tahun 2012 mereka tetap membuktikan eksistensinya bermusik walau tidak sesering dahulu dan banyak tampil dilingkup keluarga saja, agar tetap dikenang sebagai band panggung dan tidak menyesali kalau The Rhythm Kings tidak terkenal sebagai band rekaman.

4 komentar:

  1. Rindu akan lagu-lagunya yang lembut,mohon izin memposting ulang lagu2nya di youtube,teriring salam dari Medan

    BalasHapus
  2. Lagu2nya bikin tenteram hati.bikin melamun jauh ke masa kecil..waktu smp..di medan.

    BalasHapus