Minggu, 01 Juni 2014

BAGOES AARYANTO


BAGOES AARYANTO

Anak  Papa & Mama…
Orang Tuanya bernama ‘H.Gatot Saryono (alm) pegawai DEPLU dan ibu Hj. Soeyati Soetejo (almh) saat bertugas di Negara yang terkenal Makmur di Eropa Barat, tepatnya di Switzerlan (swiss), tepatnya tanggal, 29 April 1957 lahirlah seorang anak yang diberi nama BAGOES  AARYANTO adalah putra ke ‘tiga’ dari ‘empat’ bersaudara yang kelak kita akan kenal dia dengan karya2nya diMasa keEmasan diTahun.1980’an seperti:  Jangan Tutup Dirimu (Iwan Fals), Imajinasi, Semurni Kasih, Kubawa Kau Serta (Dian PP), Duniaku Tersenyum, Malam Kedua (Vina Panduwinata), Rindu Ada Disini,  Bukan Sekedar Mimpi (Trio Libels), Datanglah Ceria (Utha Likumahua),  Cinta Dini (January Christy),dll.

Ajang LCLR Prambors…
Bagoes AA berceritera memulai langkahnya secara propesional di Blantika Musik Indonesia justru langsung di ajang Festival ‘Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors Tahun.1979’ lewat persembahannya ‘Mahajana’ disuarakan oleh penyanyi Loise Hutauruk, berhasil meraih juara ke ‘empat’ dan sebagai ‘Lirik Terbaik’.  Kemudian Bagoes AA kembali menyertakan lagu ciptaannya di ajang  yang sama pada tahun 1980 berjudul ‘Maheswara’, disuarakan sendiri olehnya bersama Wiwik Lesmani.  Lagu ini berhasil keluar sebagai juara ‘pertama’, dapat menyisihkan rival-rivalnya dari berbagai kota-kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Jogjakarta, Semarang,  Bandung,  Kertosono & sesama dari ibu kota Jakarta.

Awal berMusiknya…
Sebenarnya, Bagoes AA sedari Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah  menguasai alat musik  ‘organ’ sampai dengan duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah mengikuti perkembangan musik Tanah Air di era Koes Plus, Chrisye, Bimbo, A Riyanto (mengagumi karya-karyanya) dan musik Barat ‘Gino Vanelli,  Carpenters,  Genesis, dll secara spontanitas  warna musik dari berbagai genre Pop Standard sampai dengan Klasik.  Bahkan diUsia Remaja bersama kawan-kawan sekolah sudah membentuk Group Band, sayangnya kedua orang tuanya mengingatkan bahwa sekolah adalah yang terpenting diutamakan dari pada berKesenian.

Bourest VG…
Perjumpaannya dengan Dian Pramana Poetra di ajang Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors (LCLR) sepakat membentuk kelompok ‘Bourest VG’ yang beranggotakan ‘sembilan’ orang (salah satu anggotanya Adik dari Dian PP adalah Ika Ratih Poespa) dibentuk pada tahun.1979’ dan berlaga diajang sama lewat persembahan lagu ‘Pengabdian’ mewakili kota Jakarta. Lagu ‘Pengabdian’ yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Dian PP bersama Bourest  VG keluar sebagai Juara ke ‘Tiga’.  Bagoes menambahkan bahwa Group Vokal ini diBentuk oleh Nugroho dan diPrakarsai Bambang BRT, mereka megArtikan  ‘Bourest’ adalah ‘Ludes’ dan mengisi acara di TVRI ‘Wisata Nada’ dan group vocal ini berjaya sampai dengan  tahun 1983.

Persahabatan dengan Dian Pramana Poetra
Kebersamaannya dengan Dian Pramana Poetra terjalin persahabatan indah selalu berdua, sehingga dimasa itu bila Bagoes AA atau Dian PP jalan sendiri-sendiri entah  menggarap  proyek musik baik sebagai ‘Composer,Music Director & Arranger, Drum Programing, Vocals and Backvokals’ di sejumlah album para Penyanyi Indonesia, maka pasti teman sesama musisi sudah dipastikan mereka ditanya ‘mana Dian atau mana Bagoes’  kok jalan sendiri-sendiri.. Begitulah arti namanya sahabat sejati, walau masing-masing mempunyai kesibukan mereka tetap saling memperhatikan atau setidaknya saling memberi kabar lewat  Telepon atau SMS dan dipertahankan tetap tidak berubah hingga saat tulisan ini diturunkan.


Terbentuk K3S…
 Hingga akhirnya Bagoes AA & Dian PP bertemu dengan Deddy Dhukun pada tahun 1982, seringnya mereka bertemu  disebuah proyek musik sampai pada akhir tahun 1984 bersama-sama. Suatu hari  Deddy Dhukun mengutarakan Idenya kepada Bagoes AA & Dian PP untuk berkolaborasi berbentuk TRIO, ide cemerlang ini langsung disambut oleh mereka (Dian PP& Bagoes AA) dengan suka cita. Hanya persoalannya adalah genre musik apa yang akan ditawarkan kepada audiens, terjawab oleh Deddy Dhukun ‘kita buat lagu-lagu Pop Janaka’  saja... bagaimana?, langsung diAmini oleh mereka sebagai tanda sepakat. Persoalannya nama Group Trionya apa?, spontan Deddy Dhukun mengusulkan nama ‘Kelompok 3 Suara’.. bagaimana?, jangaaaan.. kata Bagoes AA, mending kita persingkat menjadi ‘K3S’ karena dengan kata Kelompok berarti seperti paduan suara... Akhirnya mereka ‘sepakat’ memberi nama kelompok Trio ini bernama K3S pada tahun 1985 dan terbitlah diawal tahun 1985/1986 album perdananya ’17 ½ Tahun Keatas’, kemudian menyusul album keDua ‘O... Ya? (1986/1987)’ Dan mengAkhiri album keTiganya ‘Bohong (1987/1988)’.

PerPecahan diKubu K3S
Sangat disayangkan sekali para pencinta musik Indonesia yang kadung sudah cinta dengan genre musik dan lagu-lagu K3S tiba-tiba tidak terdengar kabarnya sejak  mengakhiri album ‘Bohong’ dan bertanya-tanya ada apa Gerangan terjadi dikubu ini?.  Tersiar kabar bahwa Bagoes AA mengundurkan diri dari K3S, demikian menyusul Dian Pramana Poetra ikut pula ‘resign’ beberapa hari kemudian.  Oleh Bagoes AA diAmini berita yang tersiar, bahwa:  ‘Betul saya mengundurkan diri pada bulan Januari tahun 1989 dan saya menyatakan secara resmi lewat Radio DMC- Jakarta  pada saat itu’.  Bagaimana mungkin bisa bersatu bila tidak ada kecocokan terlebih sangat tidak masuk akal bila ada ‘dua’ group dengan personil yang sama, dimana Deddy Dhukun membentuk 2D (Deddy Dhukun & Dian Pramana Poetra) bagoes AA menambahkan. Saat Penulis sedikit usil mempertanyakan ‘sampai sekarang hubungan sama Deddy Dhukun bagaimana?.. terjawab oleh Bagoes AA ‘Hampir gak pernah bertemu, kalo ketemu ya bercanda-canda biasa saja tapi ‘jauh-jauhan’.. ungkapnya.

Sahabat dengan Iwan Fals…
Yang menarik dari Bagoes AA adalah saat menggarap album dari Penyanyi ‘Iwan Fals’, menurutya kebagian sebagai:  Music Director & Arranger seperti Album: Aku Sayang Kamu, Jangan Tutup Dirimu,  Wakil Rakyat, Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu, Hijau, Collaborate With & Tergila-gila.  Bagoes AA menambahkan bahwa antara  dia dan Iwan Fals sudah terjalin persahabatn sejak tahun 1979, sehingga mereka sudah saling mengukur kelebihan dan kekurangan masing-masing dan Bagoes AA berceritera bahwa  sangat menikmati dan menyenangkan  saat  mengikuti perjalanan Tour Show se Jawa dan Live di Parkir Timur 1989 dari sahabatnya ini. 


Album SOLO…
Saat ditanyakan, motivasi apa sehingga seorang Bagoes AA menelurkan Album Solo  ‘Anak Mami (Team) & Ada Yang Lain (Union Artis)…?. Langsung dijawabnya bahwa: ‘Karena melihat Fariz RM, Chandra Darusman dan Chrisye  membuat solo album yang sukses dan kedengarannya asyik banget, kenapa tidak mencobanya’ jawabnya polos. Demikian pula album yang pernah dibuatnya, pastinya diantara sekian yang mempunyai kenangan manis untuk kita ketahui darinya merujuk pada album: ‘Dian Pramana Poetra (album’Indonesian Jazz Vocal-1983),  Chrisye (Album ‘Nona Lisa-1988) & Iwan Fals (Album ‘Hijau-1992). 

Bertemu Jodoh…
Bila mendengar suara sendu dari seorang wanita bernama ‘Nani Yunan’ teman duetnya pada lagu ‘Ada Yang Lain’  yang terdapat di album solo dari bagoes AA itu adalah wanita yang dipersuntingnya tanggal 8 Oktober 1989 yang sudah memberinya ‘dua’ putra menginjak  dewasa  ‘Jody (23tahun) & Farel (18Tahun)’.  Penulis mencoba mengorek keterangan awal berjumpa dengan Nani Yunan dimana dan mengapa dia yang diTunjuk sebagai teman duet di album solonya..?, Bagoes AA malu-malu menjawab bahwa perkenalannya dengan mantan pacarnya ini lewat jasa temen  di Studio Insan Record- Jl.Pluit Sakti, Jakarta Utara pada tanggal 3 September 1985 terus jadiannya  tanggal. 24 September 1985, soal keterlibatan Nani Yunan di album solonya karena  vocal Nani Yunan cocok  dengan lagu saya ‘Ada Yang Lain’ gitu bos Jose… hehehehehehehe. Tapi lucunya lagi saat dipertemuan wawancara Live di Radio Pro 1 FM. 92,1 pada Minggu, 23 Februari 2014, Nani Yunan memberi kesaksian bahwa saat itu kami sudah pacaran saat  Bagoes AA meminta ‘duet’ diAlbum ‘Ada Yang Lain’, lagu ini  adalah curahan hati mas Bagoes AA yang tidak bisa  Bohong kepada orang dikasihinya… Mas Bagoes mengungkapkan keMarahan atau keRamahan hanya lewat lagu entah itu rasa cemburu atau sayang pada saya, ungkap Nani Yunan… nah loh!!

Prestasi…
Yang paling membanggakan dari seorang Bagoes AA  adalah Prestasi yang sudah dicapainya sudah terwujud dan dicatat oleh musik Indonesia, seperti:  Juara  ‘empat’ dan sebagai Lirik Terbaik LCLR Prambors 1979 (Lagu’Mahajana) & Juara ‘satu’ LCLR Prambors 1980 (Lagu’Maheswara) dan baru saja jadi perbincangan nama  Bagoes AA termasuk salah satu dari ‘seratus’  pencipta lagu Terbaik Indonesia versi Majalah Rolling Stone Edisi Februari 2014 dan nama Bagoes AA terpampang di urutan ke 36.  Bila kevacuman selama ini dipeta musik Indonesia adalah bukan diam dan membisu tapi seorang bagoes AA masih bersibuk ria membuat proyek-proyek  Iklan komerial dan non komersial dan masih menggarap arransemen album-album sesama teman musisinya. Bahkan dalam dekat ini, Bagoes AA akan memenuhi janjinya kepada para pencintanya yang sudah lama menunggu album solo ke ‘tiga’ yang akan diTuntaskan berjudul ‘Euphoria’.. begitu ungkapnya. Akhir dari tulisan ini, Bagoes AA menitip Kesan & Pesan singkat kepada para Juniornya  yang memulai dikancah musik pilihannya adalah : ‘Suka duka penuh liku terjal dan berduri, semuanya  adalah jalan hidup yang harus kita nikmati…. Fokus dan Luruskanlah jalan yang kita pilih.. Insya Allah kamu akan berhasil’, Amiiiiiin. 


3 komentar:

  1. di umur ku yg 30an ini, baru tau ini yg nama nya mas bagoes aa beserta singkatan aa nya,hehe.. lagu lagu nya saya suka saat saya masih kecil diputar oleh kakak kakak saya dan denger di radio,jadi lah saya penyuka lagu lagu jadul yg sebenar nya bukan zaman saya..hahaha.. tp gak apa apa, dr pada lagu lagu sekarang yg cuma enak sesaat,jauuuh banget rasanya kualitas lagu orang orang dulu seperti mas bagoes cs di banding dengan pencipta lagu sekarang.. lagu lagu dulu enak sepanjang masa... salam utk mas bagoes aa... sukses ya mas..

    BalasHapus
  2. Terimakasih Ferdy Rahmat, sudah membaca Biografi mas Bagoes dan maaf baru terbaca oleh saya .. btw hari ini, 29/4 mas Bagoes ULTAH.. Betul sekali, lagu2 mas Bagoes sampai hari ini kangenin untuk selalu di dengar bahkan bisa abadi sampai nanti krn kuatnya pada sipembuat dengan jiwanya... hehehehehe ...salamnya Insya Allah akan disampaikan

    BalasHapus
  3. Pas LCLR 1980 lagu "Maheswara" itu kedua sesudah "Damai Berlumur Noda - Louise Hutauruk" :v

    BalasHapus