Minggu, 01 Juni 2014

YULIA YASMIN



YULIA YASMIN


Nama Yulia Yasmin adalah nama yang bukan asing di kuping para pencinta Musik Mandarin diMasa era pertengahan tahun 70’an, jelas masih terngiang lagu Merana dan Terkenang merajai musik pop Mandarin dimasanya. Disebut-sebut sebagai penerobos penyanyi yang pertama menginjakan kaki diranah musik Indonesia dengan bersentuhan cita rasa Mandarin dan bisa ditebak kemudian diIkuti penyanyi sejawatnya seperti nama-nama Yuki, Annie Rae, The Phoenix, Meidy’s Group, Ernie Djohan, Rudy’s, Laily Dimyathie,dll.

Penyanyi yang Lahir di Jakarta, 20 desember 1954, sebenarnya memulai debutnya dipeta musik Indonesia justru bersentuhan pada lagu-lagu Pop Indonesia, Melayu, Keroncong dan Dangdut. Bila ditanya soal kapan mulai seorang Yulia Yasmin berkutat di kancah Mandarin, jawabnya saat ada pelarangan lagu-lagu bahasa China beredar di Indonesia maka Produser membuat lagu-lagu Mandarin berbahasa Indonesia dan Yulia Yasmin mendobraknya lewat lagu Merana/cipt.Effendi pada tahun 1975 dan seakan tidak bisa terpisahkan antara lagu Merana dan nama Yulia Yasmin telah menjadi sebuah ikon baginya.

KePopuleran namanya sebagai penyanyi yang tidak neko-neko termasuk daftar salah satu penyanyi tetap istana dimasa Orde Baru, pernah menjadi duta seni pada saat pembukaan hubungan Indonesia dan China pada tahun.90’an. Yulia Yasmin diutus oleh Presiden Soeharto ke Beijing dan sekitarnya sebagai menghibur di malam kebudayaan dan uniknya lagi penyanyi ini diminta menyanyikan sejumlah lagu-lagu yang benar-benar berbahasa China yang dikuasainya.

Yulia Yasmin berkisah bahwa diawali kiprahnya dipeta Musik Indonesia saat usianya ‘delapan belas’ tahun dan menambahkan bahwa selain keDua orang tuanya yang berjasa dalam berkeseniannya juga terdapat nama bapak’Pirngadi’ adalah seorang pimpinan Orkes Keroncong ‘Tetap Segar’. Ada nama-nama seperti Margie Segers dan Ida Djamain yang kemudian menjadi karibnya dan kisahnya adalah saat Ida Djamain sakit dan sakratul maut menghampiri Ida Djamain dimana selalu memanggil-manggil nama Yulia Yasmin seakan merindu ingin bertemu setelah sekian lama tak jumpa sebelum ajal benar-benar menjemputnya. Saat itu JCL benar-benar terlibat dalam pencaharian nama Yulia Yasmin dan menebar SMS berantai kesesama Penyanyi dan musisi Indonesia untuk mencari keberadaanNya, beruntungnya Yulia Yasmin diketemukan dan langsung berhambur di pembaringan Ida Djamain yang sudah koma. Yulia Yasmin membisiki Ida Djamain ditelinganya 'Ida, gue Yulia Yasmin sudah datang.. gue ikhlas bila mau pergi' dan terlihat Ida Djamain meneteskan air mata disudut matanya dan disekahnya sapu tangan dari tangan Yulia Yasmin sembari membaca Do'a dan Ida Djamain menutup mata terakhirnya pada bulan  Juni tahun 2009 dengan senyum ,, Inna Lillahi Wa'inna Ilahi Rojiun. Kejadian serupa juga dialami Yulia Yasmin saat penyanyi Deasy Arisandi sebelum menutup mata akhirnya sempat menghubunginya dan ingin sekali berjumpa, karena kesibukan Yulia Yasmin yang padat sehingga tidak bisa menemuinya dan besok siangnya  saya syok setelah mendengar  Deasy Arisandi sudah wafat.  ‘Rasanya gak percaya, karena malam sebelumnya kita sempat BBMan tapi sehari setelah itu BBM ku gak pernah diBalasnya dan telepon gak pernah diangkatnya, ungkap Yulia Yasmin ke JCL.

 Arena Festival Bintang Radio dan Televisi pernah juga diJabanginya dan baginya tak menjadi masalah sebagai juara ke III, setidaknya kemampuan murid dari bapak’Pirngadi’ dari  Orkes Keroncong ‘Tetap Segar’ sudah dibuktikan pengajarannya mencoba berlaga bersama seniornya ‘Masnun & Isnarti’ yang keluar sebagai Pemenang I dan II membagakannya.  Sejumlah lagu-lagunya baik dibawakan Solo maupun secara Duet bersama Mario seperti pada lagu ‘Perjalanan Cinta (Koko Ro No Tomo), Oh Lilian, Jangan Kau Sakiti Hatinya, Doaku Hanya Untukmu, Kenangan Masa Lalu, Kau Sakiti Hatiku, dll. KePopuleran namanya, tidak hanya mewangi diNegaranya termasuk Timor Leste tapi tercium semerbak diNegara lainnya seperti: Brunai, Singapore, Malaysia, Taiwan, Beijing, Hangzhou, Guangzhou, Hongkong, Perth. 

KePopuleran namanya sampai hari saat diturunkan tulisan ini Jum’at. 14 Februari 2014, tetap saja masih dikenang dan diingat oleh para pencintanya diusia rata-rata diatas ‘empat puluh’ tahun keatas dan masih mengisi hari-harinya selain sebagai ibu rumah tangga juga mengisi jadwal bernyanyi disejumlah acara wedding dan undangan-undangan resmi lainnya. Kebahagiaannya bahwa darah seninya menurun disalah satu anaknya yang sudah menjadi guru Drum disekolah musik milik Purwacaraka, selamat dan sukses selalu untuk Yulia Yasmin.....


1 komentar:

  1. Publish tentang si Mario penyanyi mandarin Indonesia donk.....

    BalasHapus