Senin, 16 Juli 2012

WIDYAWATI



WIDYAWATI.... Terlahir dari rahim seorang aktris besar bernama 'Aryati', dan ayah 'Adisura' yang sama2 menyukai seni suara. Nama Aryati pernah membuat sejarah di film dengan keAnggunan dan parasnya yang Ayu mempesona pencinta Film Indonesia dimasa th.1940-1970. Mungkin tidak semua orang tahu bahwa lagu berjudul 'Aryati' itu adalah nama dari ibu Widyawati yang diciptakan oleh pahlawan musik 'Ismail Marzuki' atas nyanyiannya untuk memberi semangat para pejuang dimasa itu. Widyawati yang kelahiran 12 Juli 1950, sebelum dikenal di seni peran dahulu adalah seorang penyanyi dari kelompok TRIO VISCA bersama kedua saudarinya "Winny & Ria". Album PH yang dikeluarkan dimasa thn.1966 adalah 'Black Is Black, Cempaka, Putus Di Ujung Tahun' cukup digemari dan memberi warna baru Trio dimasa itu, sayangnya sejak Widyawati banting stir menjadi Bintang Film Trio ini terbengkalai dan hanya menjadi bagian dari kisahnya bahwa Trio Visca pernah membuat sejarah dan menjadi catatan di musik Indonesia untuk dicatat keberadaannya. Trio Visca, terakhir berReuni bersama Komunitas Musik 60-70-80an di TVRI yang diprakarsai Moteh Mokoginta, Aida Mustafa & Sys NS 'dua' tahun lalu, dan kelompok ini masih fasih bernyanyi dan berlenggok memberi kejutan dan surprise sejak vakum 44tahun silam adalah sajian luar biasa.

Widyawati, memulai debut filmnya thn.1967 lewat peran 'Ya Mualim' kemudian berturut2 bermain difilm2 berbobot seperti; Hidup..Cinta dan Air Mata, Pengantin Remaja, Perkawinan, Timang2 Anakku Sayang, Demi Cinta, Gaun Pengantin, Kehormatan, Jinak2 Merpati,, Buah Hati Mama, Disini Cinta Pertama Kali Bersemi, Amalia SH,Tinggal Landas Buat Kekasih, Bayi Tabung, Sesaat Dalam Pelukan, Sesal, Love & Perempuan Berkalung Sorban, Satu Jam Saja dan Rectoverso . Akting dari masa berkarir dari tahun 1967 s/d sekarang, sudah mengantongi 'Dua' Piala Citra lewat Film 'One Way Ticket-1977 & Arini, Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat-1987 dan penghargaan FFA-Pacific lewat Film Perempuan Berkalung Sorban-2010. Widyawati, sesekali muncul sendiri tanpa kedua saudaranya sebagai penyanyi Solo maupun sejumlah OST Film dimasa thn 1969 s/d 1980 lewat persembahannya album rekaman seperti: 'Potret Kekasih, Esok Kan Kujelang, Saat Aku Sendiri, dll'. Sebelum bertemu dengan Sophan Sophiaan, Widyawati pernah dekat dengan salah satu personal Band 'Madenazs' namanya 'Djoko Susilo' yang meninggal mengenaskan dibunuh oleh kelompok Brandalan yang membuat Widyawati 'patah hati' cukup lama. Untungnya tidak lama kemudian, oleh Wim Umboh mempertemukan Widyawati dan Sophan Sophian dalam sebuah film Remaja berperan sebagai dua kerkasih 'Romi Dan Yuli' dalam Film Pengantin Remaja-1971.

Pernikahannya bersama Aktor, Politisi dan Sutradara Film 'Sophan Sophian' dicatat di KUA pd tanggal.9 Juli 1972 dengan kelahiran sang Buah Hati 'Romi & Roma', sayangnya bahtera ini harus kandas dengan kematian tragis Sophan Sophian di jalan. Raya Ngawi-Sragen, tanggal.17Mei 2008 dalam rangka Touring 'Moge' Merah Putih memperingati 100 Tahun kebangkitan Nasional. Widyawati sepertinya tak menerima kenyataan bahwa nahkoda cintanya telah pergi dan tak pernah kembali untuknya menyapa 'cinta' seperti yang selalu dan sering dilakukannya, dan suport para sahabat2nya tak hentinya mengingatkan bahwa 'Sophan' sudah pergi menghadap sang penciptanya dan kelak nanti sudah menunggu dipintu surga seperti janji dua hati mereka yang pernah terucapkan. Selama melabuhkan bahtera cintanya, tak pernah bersinggungan dengan namanya gosip dan sepertinya pasangan ini menjadi panutan sebagai pasangan selebiti yang harmonis. Widyawati, sampai dengan hari ini selalu dicintai para sahabat2 seniman dan handai tolan yang selalu silih berganti menghibur dan mendukung kemunculannya disetiap event maupun syuting film maupun iklan untuk melupakan masa berkabungnya sehingga Widyawati memberi 'cahaya' untuk kehidupannya sekaligus gemerlapnya 'bintang' yang selalu dia taburkan untuk keseniannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar