Senin, 16 Juli 2012

LEO WALDY


LEO WALDY.....

kelahiran Jakarta, 31 Juli 1958 adalah pemuda ‘Betawi’ dari orang tuanya yang bernama ‘Sayuti dan Waty’ memberikan nama cukup indah sebagai ‘Waldy Hermansyah’. BerKiprah sudah dimulai sejak tahun 1970an sebagai pencipta lagu kepada sejumlah penyanyi Melayu dimasanya, sebut saja Elvy Sukaesih, Wiwiek Abidin, Laily Dimyathie, dll, masih menggunakan nama ‘Waldy S atau Waldy AS’.

Kiprahnya sebagai pencipta lagu, pernah menyodorkan sebuah lagu kepada penyanyi Elvy Sukaesih berjudul ‘Bumi Makin Panas’ diiringi The Big Kid’s dimasa thn.70an, dia juga pernah berlatih vokal di sekolah yang dikelola 'pak Simanungkalit' bersama beberapa penyanyi lainnya ‘Zwesty Wirabuana, Hetty Koes Endang’ atas biaya dari ‘Dian Record bapak Adi Nugroho’ yang menaruh simpatik padanya dimasa tahun 1976.

Tahun 1980an, oleh jasa almarhum Manthos, memperkenalkan didunia rekaman langsung ke pak Achiu (koko dari ibu Acin) pemilik dari perusahaan MUSICA Studio, tidak berapa lama Waldy Hermasyah memulai petualangannya menjajaki album POP INDONESIA dengan menggunakan nama baru sebagai ‘Leo Waldy’ diambil dari nama bintangnya digabungkan nama aslinya. Menurutnya, saat penyanyi Ebiet G Ade menguasai pasar musik pop dimasa itu diapun sangat mengagumi dan terinspirasi mencipta lagu sejenis dan kelak menjadikan album rekamannya seperti : ‘Nirmala, Apa Bedanya Dong, Hiduik Di Rantau Subarang (Hits Jamal Mirdad versi Minang), Cinta Bilang Cinta, Sayang Bilang sayang’ dan tidak tanggung2 langsung dikontrak dari thn.1981-1986.

Sambil menapaki sebagai penyanyi pop indonesia namanyapun semakin berSinar sebagai pencipta dan mempopulerkan penyanyinya, sebut saja lagunya seperti: Pasrah & Nurlela oleh Muchsin Alatas-1983/1984, Izinkanlah oleh Elvy Sukaesih/ 1986 dan sejumlah lagunya hits oleh penyanyi ‘ Bukan Yang pertama-Mega Mustika, Untuk Siapa-Mirnawati bahkan sang Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman sangat berjaya lewat lagu ‘Tidak Semua Laki-laki’ ditahun.1992’.

Saat ini, saya JCL bersama Dina Mariana dan Maya Angela II menjumpainya (Minggu,tgl.13 Mey 2012) sedang terkulai lemah di rumah kost-kost'an dibilangan Jakarta Pusat dengan penyakit Fleg Paru-paru kompilasi Lambung sejak ‘dua’ bulan terakhir ini harus bolak-balik ke Rumah Sakit yang sedianya diharuskan opname karena menyadari sebagai ayah seharusnya bertanggung jawab kepada keTiga orang putrinya ‘Wirawanty (18thn),Tamara (13thn) dan Syahna (10thn)’ dapat mengalahkan penyakitnya demi kepanjangan pendidikan dan kehidupan menyongsong masa depan anak2nya dia pasrahkan nasibnya pada sang Kuasa dan menerima Takdirya bahwa inilah konsekwensi menjadi pekerja seni di Negaranya bernama Indonesia diPuja saat namanya naik dan diLUPAkan bila sudah meMUDAR masa keJAYAanNya.

Ada bening dan keharuan tertahan didanya, saat kami beranjak pulang dia hanya tertunduk saat menjabat tangannya menyisipi amplop ‘keikhlasan’ yang kami ikat sebagai penyambung kehidupan hari esoknya dan entah hari esoknya lagi dan lagiiiiii dengan siapa dia berGantung...

Betapa pilu dan sedih bila kami mengulang kembali kenangan ‘sudah berapa banyak para seniman besar kami yang dulu memberi sumbangsih devisa dan kebanggaan untuk Negeri ini harus mengalami penderitaan dan harus mati sia2’, ya Allah ya Tuhan kami ampuni kami telah terlena dengan dunia ini tanpa menengok kebelakang dan telah menutup kuping kepara seniman yang sudah tak berdaya haruskah terUlang dan terUlang lagi seperti Rita Zahara,Chacken M,Lilies Suryani, dan lain sebagainya...

Akhirnya kita kehilangan sosok yang dikenal sebagai Penyanyi DangDut, dia benar-benar pergi untuk selamanya tanpa meninggalkan kehidupan layak untuk keluarganya. LEO WALDY (57Tahun), telah menutup mata akhirnya pada hari' Kamis'11 Oktober 2012 dan telah mengAkhiri keHidupan Akhiratnya untuk rehat dan tidur selama-lamanya dalam peraduan menunggu pengadilan Tuhan. Semoga Allah SWT memberi tempat terIndah diSorga bagiNya, Amin YRA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar